
Empat penguin Humboldt yang dipelihara di sebuah kebun binatang di Jepang. (Kyodo)
JawaPos.com - Empat penguin Humboldt yang dipelihara di sebuah kebun binatang di Jepang mati secara beruntun pada Juli. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh penguin tersebut mati akibat malaria unggas.
Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (8/8), penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut tidak menular kepada manusia. Namun, pada sejumlah kasus, malaria unggas dapat berkembang dengan cepat dari kondisi tanpa gejala hingga menyebabkan kematian.
Universitas Iwate ditugaskan Yagiyama Zoological Park di Sendai untuk menyelidiki penyebab kematian keempat penguin tersebut.
Penguin pertama yang mati merupakan seekor jantan bernama Aramasa. Keempat penguin tersebut mati dalam rentang 9 hingga 19 Juli.
Menurut pihak kebun binatang, tidak satu pun penguin menunjukkan tanda-tanda sakit hingga sehari sebelum kematian.
Untuk sementara, kebun binatang belum memiliki rencana konkret mendatangkan penguin baru. Pengelola ingin memastikan langkah pencegahan diterapkan sebelum kembali membuka pameran penguin.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah mendesain ulang kandang agar tidak terbentuk genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Penguin Humboldt banyak ditemukan di sepanjang pesisir Peru dan Chile di Amerika Selatan. Spesies ini dinilai lebih mampu beradaptasi dengan iklim hangat dibandingkan penguin dari wilayah dingin seperti Antarktika dan umum dipelihara di berbagai kebun binatang di Jepang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022