Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 22.36 WIB

Iran Temukan Cadangan Gas Besar di Tengah Perang dan Ancaman Sanksi AS

Ilustrasi Iran temukan cadangan gas alam besar di tengah perang dan ancaman sanksi AS. (The Cradle) - Image

Ilustrasi Iran temukan cadangan gas alam besar di tengah perang dan ancaman sanksi AS. (The Cradle)

JawaPos.com - Iran menemukan lebih dari 200 miliar meter kubik cadangan gas alam baru di Provinsi Fars ketika sektor energinya masih terpukul perang dan ancaman sanksi ekonomi baru dari Amerika Serikat.

Temuan ini menjadi aset strategis jangka panjang bagi Teheran, meski gasnya belum bisa segera diproduksi. Penemuan tersebut diumumkan Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad pada Minggu (23/8). Cadangan gas ditemukan di wilayah selatan Provinsi Fars, dengan lebih dari 160 miliar meter kubik di antaranya diperkirakan dapat diekstraksi.

Paknejad mengatakan ladang tersebut berpotensi beroperasi selama sekitar 15 tahun dengan produksi lebih dari 280 juta meter kubik gas alam per hari.

"Cadangan gas baru ditemukan di selatan provinsi Fars," kata Paknejad kepada televisi pemerintah.

Temuan itu menjadi kabar penting bagi Iran karena muncul saat infrastruktur energi negara tersebut menghadapi tekanan berat akibat perang di Timur Tengah. Namun, cadangan baru itu belum dapat menjadi solusi cepat karena produksi komersial diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa tahun.

Cadangan Gas Besar di Saat Produksi Iran Tertekan

Besarnya cadangan baru menjadi semakin penting jika melihat kondisi sektor energi Iran sejak perang pecah pada akhir Februari.

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menyasar sejumlah infrastruktur energi, termasuk fasilitas produksi gas, depot minyak, dan jalur transportasi. Serangan tersebut menyebabkan kapasitas produksi gas Iran turun secara signifikan.

Pada Juli lalu, seorang pejabat senior pemerintah Iran mengatakan Teheran berharap dapat memulihkan sekitar 100 juta meter kubik per hari kapasitas produksi gas dalam beberapa bulan.

Sebelumnya, serangan disebut memangkas produksi sekitar 230 juta meter kubik per hari sejak perang dimulai.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore