
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent (kiri) dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Jamieson Greer berbicara kepada wartawan setelah bertemu dengan delegasi Tiongkok yang dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng di New York pada 20 September 2026. (Kyodo)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) mengusulkan pembentukan mekanisme pemberitahuan (notifikasi) bersama dengan Tiongkok untuk menangani persoalan kecerdasan buatan (AI) yang berkaitan dengan keamanan nasional. Usulan tersebut disampaikan menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (22/9), Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kedua negara perlu membangun sistem notifikasi apabila terjadi insiden AI yang berpotensi meningkat menjadi persoalan keamanan nasional. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan perdagangan antara delegasi AS dan Tiongkok di New York.
Bessent mengatakan AS ingin membangun “visi bersama mengenai tujuan dan ancaman yang sama” dengan Tiongkok, khususnya dalam bidang AI yang menjadi salah satu sektor strategis bagi kedua negara.
“Harus ada pemberitahuan jika terjadi insiden, apakah ada sesuatu yang meningkat hingga level keamanan nasional akibat AI,” ujar Bessent kepada wartawan.
Menurut Bessent, AS memandang transparansi yang lebih besar diperlukan dalam hubungan antara dua negara yang menjadi kekuatan utama di bidang AI tersebut. Ia menilai hubungan lintas batas, termasuk dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan, perlu bergerak dari kondisi yang tertutup menuju keterbukaan yang lebih besar.
“Seperti aktivitas lintas batas lainnya, kami berpikir bahwa perpindahan dari ketidakjelasan menuju transparansi yang lebih besar antara dua kekuatan AI ini merupakan hal penting,” katanya.
Bessent menghadiri pembicaraan tersebut bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Pertemuan digelar di kantor pusat JPMorgan Chase di Manhattan, New York, dengan delegasi Tiongkok yang dipimpin Wakil Perdana Menteri He Lifeng.
Bessent menyebut pertemuan tersebut berjalan sangat baik. Kedua pihak juga sepakat untuk memfasilitasi dialog mengenai AI dan kembali mengadakan pertemuan pada masa mendatang.
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada Rabu sore waktu setempat. Kunjungan tersebut menjadi kunjungan pertamanya ke ibu kota AS dalam 11 tahun terakhir.
Dalam pertemuan dengan Trump yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, keselamatan AI dan kemungkinan perpanjangan gencatan senjata perdagangan diperkirakan menjadi sejumlah agenda utama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022