
Foto yang diambil sekitar Juli 2015 memperlihatkan seekor rakun di Prefektur Osaka. (Osaka Prefecture's Research Institute of Environment, Agriculture and Fisheries/Kyodo)
JawaPos.com - Populasi rakun di Jepang terus meluas dari wilayah pedesaan ke kawasan perkotaan. Pada saat yang sama, kerusakan pertanian akibat hewan invasif tersebut semakin meningkat dan nilainya kini mendekati Rp77,6 miliar per tahun.
Dilansir dari Kyodo, Senin (28/9), Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang mencatat kerugian akibat kerusakan tanaman pertanian yang disebabkan rakun mencapai JPY 693 juta atau sekitar Rp 77,62 miliar pada tahun fiskal yang dimulai April 2024. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan ¥334 juta atau sekitar Rp37,41 miliar satu dekade sebelumnya.
Masalah keberadaan rakun juga semakin terlihat di wilayah perkotaan.
Di Osaka, keluhan warga mengenai rakun meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Laporan yang masuk antara lain menyebut ikan mas di kolam taman dimakan dan rakun masuk ke loteng rumah.
Pemerintah Kota Osaka menerima 161 keluhan pada tahun fiskal 2023. Jumlahnya meningkat menjadi 332 pada tahun berikutnya dan mencapai 397 pada tahun fiskal 2025.
Menurut pemerintah Prefektur Osaka, rakun kini tidak hanya ditemukan di daerah pegunungan, tetapi juga di kawasan perkotaan. Wilayah persebarannya terutama meluas di bagian tengah prefektur, termasuk Kota Osaka.
Pejabat setempat menduga semakin banyak rakun yang menetap di kawasan permukiman untuk mencari makanan. Pemerintah prefektur kemudian mengimbau warga agar tidak mendekati atau memberi makan hewan tersebut.
Kerusakan pertanian akibat rakun juga semakin besar.
Di Prefektur Osaka, kerugian tanaman pertanian akibat rakun mencapai JPY 84,06 juta atau sekitar Rp9,41 miliar pada tahun fiskal 2024. Nilai tersebut dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Rakun menyumbang lebih dari 40 persen seluruh kerusakan pertanian akibat satwa liar di Osaka. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kerusakan yang disebabkan spesies lain, termasuk rusa dan babi hutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022