
Seorang perempuan mengikuti pelajaran bahasa Jepang di Osaka pada 25 September 2026. (Kyodo)
JawaPos.com - Pemerintah Jepang meminta sekolah bahasa Jepang di seluruh negeri mempertimbangkan penggunaan ujian alternatif selain Japanese-Language Proficiency Test (JLPT). Lonjakan peminat yang membutuhkan sertifikat kemampuan bahasa Jepang untuk bekerja dan memperoleh visa pelajar membuat kapasitas ujian semakin terbatas.
Dilansir dari Kyodo, Senin (28/9), jumlah pendaftar JLPT meningkat tajam sejak pemerintah Jepang memperluas persyaratan kemampuan bahasa untuk lebih banyak jenis pekerjaan pada Oktober tahun lalu. Kebijakan tersebut diterapkan di tengah semakin besarnya ketergantungan Jepang terhadap tenaga kerja asing.
JLPT memiliki lima tingkat kemampuan dan menjadi satu-satunya ujian yang mencakup seluruh jenjang kemampuan bahasa Jepang yang diperlukan untuk berbagai keperluan. Namun, kepadatan peserta juga terjadi pada ujian kemampuan bahasa lainnya, termasuk ujian yang berfokus pada kemampuan bahasa Jepang untuk keperluan bisnis.
JLPT diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services. Ujian tersebut banyak digunakan warga negara asing untuk memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Jepang dalam berbagai status izin tinggal, termasuk untuk bekerja dan belajar.
Setelah pandemi Covid-19, jumlah pendaftar terus meningkat setiap tahun. Data sementara menunjukkan 943.671 orang di Jepang dan luar negeri mendaftar JLPT pada sesi Juli tahun ini. Angka tersebut menjadi rekor untuk pelaksanaan ujian sesi Juli.
Sementara itu, pendaftaran untuk sesi Desember bahkan ditutup lebih awal dari jadwal.
Dalam dokumen tertanggal 11 September yang dikirim kepada sekitar 100 lembaga penyelenggara pendidikan bahasa Jepang yang mendapat sertifikasi negara, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang menyebut jumlah peserta JLPT meningkat pesat.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara kesulitan mendapatkan tempat yang cukup untuk menampung seluruh peserta sekaligus memastikan ujian dapat berlangsung dengan baik.
Kementerian kemudian meminta lembaga-lembaga tersebut mempertimbangkan penggunaan ujian lain, termasuk BJT Business Japanese Proficiency Test.
Badan Layanan Imigrasi Jepang juga menyampaikan permintaan serupa kepada sekitar 800 sekolah bahasa Jepang yang tidak memiliki sertifikasi negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022