Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 04.32 WIB

Larry Ellison Jadikan Saham Oracle Senilai USD 9,2 Miliar sebagai Jaminan Utang

Larry Ellison, CTO Oracle, menghadiri sebuah acara perusahaan di Amerika Serikat (Business Standard) - Image

Larry Ellison, CTO Oracle, menghadiri sebuah acara perusahaan di Amerika Serikat (Business Standard)

JawaPos.com - Larry Ellison kembali meningkatkan porsi saham Oracle Corp. yang dijadikan jaminan untuk pinjaman pribadi. Pendiri sekaligus executive chairman dan chief technology officer Oracle itu menambahkan 67 juta saham, dengan nilai sekitar USD 9,2 miliar atau Rp165,6 triliun, berdasarkan kurs Rp18.000 per dolar AS. Penambahan ini terjadi ketika Ellison tengah menopang pendanaan keluarga untuk ekspansi besar ke industri media.

Dalam pengajuan proxy Oracle pada Jumat (25/9), jumlah saham yang dijadikan jaminan pinjaman oleh Ellison tercatat 19 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan harga penutupan saham Oracle sebesar USD 137,10 pada Jumat, 67 juta saham tambahan tersebut bernilai sekitar USD 9,2 miliar. Secara keseluruhan, saham yang dijadikan jaminan mencapai sekitar 36 persen dari kepemilikan Ellison di Oracle.

Dilansir dari Business Standard, Selasa (29/9/2026), Ellison memiliki sekitar 1,16 miliar saham Oracle. Dari jumlah itu, sekitar 413 juta saham telah dijaminkan untuk utang pribadi. Pengaturan tersebut penting karena sebagian besar kekayaan Ellison masih bertumpu pada kepemilikannya di perusahaan teknologi yang didirikannya itu.

Penambahan jaminan tersebut berlangsung ketika Ellison membantu putranya, David Ellison, membiayai akuisisi Warner Bros. Discovery Inc. oleh Paramount Skydance Corp. Transaksi itu bernilai sekitar USD 111 miliar atau Rp1.998 triliun, sementara keluarga Ellison telah berkomitmen menyediakan USD 47 miliar atau Rp846 triliun dalam pendanaan ekuitas. Sekitar USD 24 miliar atau Rp432 triliun di antaranya berasal dari tiga dana kekayaan negara Timur Tengah. Paramount juga masih berupaya memperoleh pembiayaan utang.

Perkembangan ini menempatkan saham Oracle milik Ellison di antara kekayaan pribadinya dan upaya pendanaan bisnis keluarganya. Saham yang dijaminkan tidak berarti telah dijual, melainkan digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman pribadi. Oracle sendiri memiliki aturan yang melarang pejabat dan direksi menggunakan saham perusahaan sebagai jaminan pinjaman pribadi. Namun, Ellison mendapat pengecualian karena posisinya sebagai pendiri, executive chairman, dan CTO Oracle.

Dalam proxy terbaru, Komite Tata Kelola Oracle menyatakan, "Pengaturan penjaminan saham Ellison tidak menimbulkan risiko material bagi Oracle atau pemegang sahamnya." Penilaian itu antara lain didasarkan pada kemampuan finansial Ellison untuk melunasi pinjaman tanpa harus menjual saham yang dijaminkan. Saham tersebut juga tidak ditempatkan sebagai jaminan rekening margin dan tidak digunakan untuk mengurangi eksposur ekonominya terhadap saham Oracle.

Posisi Ellison juga berkaitan dengan perkembangan terbaru dalam transaksi Paramount-Warner Bros. Paramount semakin dekat menyelesaikan akuisisi setelah mencapai kesepakatan dengan 12 jaksa agung negara bagian Amerika Serikat dan serikat Writers Guild yang sebelumnya menggugat untuk menghambat transaksi tersebut. Reuters melaporkan penyelesaian itu membuka jalan bagi salah satu merger terbesar dalam sejarah industri media. 

Bagi Ellison, langkah finansial ini juga terjadi setelah ia sempat berencana menjual hingga USD7,5 miliar atau Rp135 triliun saham Oracle. Rencana tersebut kemudian dibatalkan dalam waktu singkat. Oracle menyatakan, "Tidak ada saham Oracle yang dijual berdasarkan rencana tersebut, dan dia tidak memiliki rencana lain untuk menjual saham Oracle."

Pengajuan yang sama mengungkap paket opsi saham senilai USD 870 juta atau sekitar Rp15,66 triliun untuk dua CEO Oracle, Clay Magouyrk dan Mike Sicilia. Paket Magouyrk bernilai USD 621,7 juta atau sekitar Rp11,19 triliun, sedangkan Sicilia USD 248,7 juta atau sekitar Rp4,48 triliun. Keduanya mengambil posisi CEO bersama setahun lalu setelah Safra Catz meninggalkan jabatan tersebut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore