
Donald Trump (Instagram @realdonaldtrump)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk gugus tugas baru bernama Super Intelligence Force untuk mengoordinasikan upaya pemerintah dalam mempertahankan posisi AS sebagai pemimpin di bidang kecerdasan buatan (AI).
Trump menunjuk Jay Clayton, Direktur Intelijen Nasional AS, untuk memimpin gugus tugas tersebut. Pembentukan Super Intelligence Force sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk mengubah pendekatan pemerintah terhadap perkembangan teknologi AI.
"Super Intelligence Force ditugaskan untuk mengoordinasikan upaya Pemerintah Federal guna memastikan Amerika terus memimpin dunia dalam bidang Kecerdasan Super," tulis Trump melalui unggahannya di Truth Social, seperti dikutip dari Engadget.
Trump mengatakan gugus tugas tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari konsumen, kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur kritis, hingga perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan super.
Tugas pertama Super Intelligence Force adalah menyusun laporan mengenai risiko sekaligus peluang yang muncul dari perkembangan AI. Laporan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari.
Selain Clayton, Trump menunjuk sejumlah pejabat untuk bergabung dalam gugus tugas tersebut. Mereka antara lain Ketua Federal Trade Commission (FTC) Andrew Ferguson, pejabat Departemen Pertahanan yang membidangi penelitian dan rekayasa Emil Michael, serta Direktur Office of Personnel Management (OPM) Scott Kupor.
Trump menegaskan, gugus tugas tersebut akan bertanggung jawab langsung kepadanya dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.
Pembentukan Super Intelligence Force dilakukan beberapa pekan setelah Trump sebelumnya mengumumkan rencana pembentukan "AI Force" atau Pasukan AI. Pada periode yang sama, Trump juga sempat meminta pendapat publik melalui Truth Social terkait kemungkinan mengganti istilah artificial intelligence atau kecerdasan buatan.
Dengan terbentuknya gugus tugas baru ini, pemerintah AS nantinya diharapkan dapat merumuskan rekomendasi mengenai peran pemerintah federal dalam perkembangan AI. Langkah tersebut dilakukan ketika sejumlah pimpinan perusahaan teknologi juga mulai menyerukan perlunya mempertimbangkan kembali laju pengembangan teknologi AI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022