Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 03.40 WIB

Pendanaan USD 10 Miliar Blue Origin Dongkrak Kekayaan Jeff Bezos ke Posisi Orang Terkaya Kedua Dunia

Jeff Bezos, pendiri Blue Origin, yang valuasi perusahaannya mencapai USD 140 miliar setelah menghimpun pendanaan eksternal USD 10 miliar / Foto: (Reuters) - Image

Jeff Bezos, pendiri Blue Origin, yang valuasi perusahaannya mencapai USD 140 miliar setelah menghimpun pendanaan eksternal USD 10 miliar / Foto: (Reuters)

JawaPos.com — Jeff Bezos naik ke posisi orang terkaya kedua di dunia setelah perusahaan antariksa miliknya, Blue Origin, mencapai valuasi USD 140 miliar atau sekitar Rp 2.506 triliun, dengan kurs Rp 17.900 per dolar AS. Putaran pendanaan eksternal senilai USD 10 miliar itu meningkatkan estimasi kekayaan Bezos sebesar USD 87 miliar menjadi USD 368,5 miliar atau sekitar Rp 6.593,15 triliun, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Kenaikan tersebut menempatkan pendiri Amazon itu di atas Larry Page, salah satu pendiri Alphabet, dan hanya berada di bawah Elon Musk. Kekayaan Musk diperkirakan mencapai USD 1,02 triliun atau sekitar Rp 18.258 triliun. Perubahan peringkat ini memperlihatkan bagaimana valuasi perusahaan antariksa kini turut menentukan posisi para miliarder teknologi dunia.

Antusiasme investor terhadap industri antariksa menjadi pendorong utama pertumbuhan kekayaan Bezos dan Musk sepanjang tahun ini. Bloomberg mencatat, Musk menambah kekayaannya USD 405 miliar sejak awal tahun, meskipun saham SpaceX mengalami koreksi setelah perusahaan itu melantai di bursa pada Juni. Penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX menjadikan Musk miliarder pertama dengan kekayaan menembus USD 1 triliun.

Berbeda dengan SpaceX yang telah lama mengandalkan investor eksternal, Blue Origin selama ini sebagian besar dibiayai langsung oleh Bezos. Dia mendirikan perusahaan tersebut pada 2000, sekitar 18 bulan sebelum Musk mendirikan SpaceX. Dalam wawancara dengan Fox News Channel, Bezos mengatakan telah menginvestasikan USD 28 miliar atau sekitar Rp 501,2 triliun dari dana pribadinya ke Blue Origin sejak perusahaan itu berdiri.

Pendanaan terbaru ini menjadi kali pertama Blue Origin menghimpun modal ekuitas dari investor luar. Menurut data PitchBook yang dikutip Bloomberg, Coatue Management merupakan satu-satunya investor baru yang teridentifikasi dalam putaran tersebut, dengan kontribusi sekitar USD 4 miliar atau Rp 71,6 triliun. Bezos sendiri disebut masih memiliki 93 persen saham Blue Origin setelah pendanaan, sedangkan Musk menguasai sekitar 35 persen SpaceX, tidak termasuk opsi saham dan saham dengan pembatasan tertentu.

Meski valuasinya meningkat tajam, skala bisnis Blue Origin masih jauh di bawah pesaingnya. Mengutip laporan The Wall Street Journal, SpaceX menghasilkan pendapatan hampir USD 18,7 miliar pada tahun lalu, sedangkan Blue Origin sekitar USD 800 juta. Kapitalisasi pasar SpaceX mencapai sekitar USD 2,23 triliun. Kedua perusahaan bersaing dalam peluncuran roket ke orbit dan transportasi menuju Bulan, termasuk untuk kepentingan pemerintah Amerika Serikat.

Di tengah persaingan tersebut, Bezos juga memberikan sinyal paling jelas sejauh ini bahwa Blue Origin berpotensi menjadi perusahaan terbuka. Setelah mengumumkan pendanaan eksternal itu, dia mengatakan dalam program Special Report with Bret Baier bahwa IPO kemungkinan baru dilakukan beberapa tahun mendatang. “Saya pikir, suatu hari nanti Blue Origin akan melakukan IPO. Itu masih beberapa tahun lagi. Namun, pada titik tertentu, Blue Origin mungkin memang sebaiknya menjadi perusahaan terbuka,” ujarnya, seperti dikutip Reuters, Jumat (9/10/2026).

Blue Origin telah memperoleh kontrak bernilai miliaran dolar AS dari NASA dan Angkatan Antariksa AS, termasuk pekerjaan dalam program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan. Kontrak-kontrak tersebut menjadi bagian penting dari upayanya membangun bisnis antariksa komersial, meskipun perusahaan masih harus memperluas kemampuan peluncuran dan mengejar ketertinggalan dari SpaceX.

Namun, tantangan teknis tetap membayangi rencana tersebut. Pada Mei, ledakan saat pengujian mesin roket di landasan peluncuran menghambat persiapan New Glenn, kendaraan peluncur berat yang diandalkan Blue Origin untuk bersaing di pasar peluncuran komersial. Bezos menyatakan perusahaan menargetkan penerbangan kembali sebelum akhir tahun ini.

“Pada Desember tahun ini, kami akan menerbangkan kembali kendaraan itu,” kata Bezos. Target tersebut menjadi ujian penting bagi Blue Origin untuk membuktikan kemajuan teknologinya setelah gangguan operasional. Jika perusahaan mampu memperkuat kemampuan peluncuran dan mempertahankan kepercayaan investor, rencana IPO pada tahun-tahun mendatang dapat membuka akses pendanaan lebih luas sekaligus memperketat persaingan dengan SpaceX di industri antariksa.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore