
Ilustrasi roket melintas di langit di tengah meningkatnya penggunaan teknologi perang elektronik dalam konflik Timur Tengah (Collective World)
JawaPos.com - Data penerbangan sipil yang tersedia untuk publik kini dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan lokasi sumber gangguan navigasi dalam konflik militer. Tim ilmuwan militer Tiongkok mengklaim berhasil mengidentifikasi dua area sumber gangguan GPS di sekitar Israel menggunakan algoritma yang menganalisis lintasan pesawat.
Temuan ini memperlihatkan bagaimana data terbuka dapat membantu memetakan aktivitas perang elektronik tanpa harus mengerahkan perangkat pemantauan khusus.
Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Jumat (16/10/2026), penelitian yang dipimpin Du Lan dari Universitas Teknologi Informasi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok di Zhengzhou itu diterbitkan pada 7 Oktober dalam Journal of Geomatics Science and Technology, jurnal ilmiah yang menerapkan penelaahan sejawat. Meski demikian, SCMP menyatakan belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Para peneliti juga tidak menjelaskan alasan mereka memusatkan analisis pada militer Israel.
Tim menganalisis data pelacakan pesawat selama 43 hari, mulai 27 Februari, sehari sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, hingga 10 April. Data berasal dari sistem Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), yang menyiarkan informasi posisi dan kecepatan pesawat sehingga dapat digunakan untuk memantau pergerakan penerbangan.
Gangguan elektronik dapat membuat data pelacakan memperlihatkan pesawat seolah-olah meloncat ke lokasi yang jauh atau bergerak dengan pola yang tidak sesuai lintasan normal. Anomali semacam ini menjadi petunjuk untuk memperkirakan sumber gangguan navigasi.
Algoritma tersebut mula-mula menyaring lintasan berdasarkan ambang kecepatan, kemudian menerapkan batasan waktu, lokasi, ketinggian, dan periode operasi untuk mengurangi kemungkinan kesalahan data maupun manuver pesawat.
Dari analisis tersebut, peneliti memperkirakan dua area sumber gangguan di Laut Mediterania. Area pertama berada sekitar 80 kilometer di barat laut Haifa, kota besar di Israel utara, sedangkan area kedua sekitar 30 kilometer di barat laut Jalur Gaza. Perkiraan kesalahan penentuan posisi kedua sumber berkisar 10,9 hingga 18,9 kilometer. Angka ini menunjukkan bahwa metode tersebut menghasilkan perkiraan lokasi, bukan koordinat pasti unit militer.
Tim menduga kedua sumber memiliki pola gangguan berbeda untuk menghadapi ancaman pesawat nirawak. Dalam laporan penelitian, Du dan timnya menulis, "Sumber gangguan manipulasi sinyal yang terkait dengan area sasaran pertama diperkirakan terutama digunakan untuk menghadapi pesawat nirawak serang jarak jauh yang memiliki ketahanan terhadap manipulasi sinyal, seperti Shahed-136 milik Iran, sehingga memerlukan strategi manipulasi dinamis yang lebih kompleks."
Untuk area kedua, mereka menulis, "Area sasaran kedua diperkirakan terutama digunakan untuk menghadapi pesawat nirawak jarak pendek berbiaya rendah yang digunakan kelompok-kelompok di Gaza dan gerakan Houthi dari Yaman, yang ketahanannya terhadap manipulasi sinyal navigasi lebih lemah dan dapat dihadapi dengan strategi manipulasi statis pada satu titik." Peneliti menegaskan pola tersebut merupakan inferensi; sasaran sebenarnya tidak dapat dipastikan secara langsung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022