Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03.23 WIB

Ilmuwan Tiongkok Petakan Dua Sumber Gangguan GPS yang Diduga Terkait Militer Israel

Ilustrasi roket melintas di langit di tengah meningkatnya penggunaan teknologi perang elektronik dalam konflik Timur Tengah (Collective World) - Image

Ilustrasi roket melintas di langit di tengah meningkatnya penggunaan teknologi perang elektronik dalam konflik Timur Tengah (Collective World)

JawaPos.com - Data penerbangan sipil yang tersedia untuk publik kini dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan lokasi sumber gangguan navigasi dalam konflik militer. Tim ilmuwan militer Tiongkok mengklaim berhasil mengidentifikasi dua area sumber gangguan GPS di sekitar Israel menggunakan algoritma yang menganalisis lintasan pesawat. 

Temuan ini memperlihatkan bagaimana data terbuka dapat membantu memetakan aktivitas perang elektronik tanpa harus mengerahkan perangkat pemantauan khusus.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Jumat (16/10/2026), penelitian yang dipimpin Du Lan dari Universitas Teknologi Informasi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok di Zhengzhou itu diterbitkan pada 7 Oktober dalam Journal of Geomatics Science and Technology, jurnal ilmiah yang menerapkan penelaahan sejawat. Meski demikian, SCMP menyatakan belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Para peneliti juga tidak menjelaskan alasan mereka memusatkan analisis pada militer Israel.

Tim menganalisis data pelacakan pesawat selama 43 hari, mulai 27 Februari, sehari sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, hingga 10 April. Data berasal dari sistem Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), yang menyiarkan informasi posisi dan kecepatan pesawat sehingga dapat digunakan untuk memantau pergerakan penerbangan.

Gangguan elektronik dapat membuat data pelacakan memperlihatkan pesawat seolah-olah meloncat ke lokasi yang jauh atau bergerak dengan pola yang tidak sesuai lintasan normal. Anomali semacam ini menjadi petunjuk untuk memperkirakan sumber gangguan navigasi. 

Algoritma tersebut mula-mula menyaring lintasan berdasarkan ambang kecepatan, kemudian menerapkan batasan waktu, lokasi, ketinggian, dan periode operasi untuk mengurangi kemungkinan kesalahan data maupun manuver pesawat.

Dari analisis tersebut, peneliti memperkirakan dua area sumber gangguan di Laut Mediterania. Area pertama berada sekitar 80 kilometer di barat laut Haifa, kota besar di Israel utara, sedangkan area kedua sekitar 30 kilometer di barat laut Jalur Gaza. Perkiraan kesalahan penentuan posisi kedua sumber berkisar 10,9 hingga 18,9 kilometer. Angka ini menunjukkan bahwa metode tersebut menghasilkan perkiraan lokasi, bukan koordinat pasti unit militer.

Tim menduga kedua sumber memiliki pola gangguan berbeda untuk menghadapi ancaman pesawat nirawak. Dalam laporan penelitian, Du dan timnya menulis, "Sumber gangguan manipulasi sinyal yang terkait dengan area sasaran pertama diperkirakan terutama digunakan untuk menghadapi pesawat nirawak serang jarak jauh yang memiliki ketahanan terhadap manipulasi sinyal, seperti Shahed-136 milik Iran, sehingga memerlukan strategi manipulasi dinamis yang lebih kompleks."

Untuk area kedua, mereka menulis, "Area sasaran kedua diperkirakan terutama digunakan untuk menghadapi pesawat nirawak jarak pendek berbiaya rendah yang digunakan kelompok-kelompok di Gaza dan gerakan Houthi dari Yaman, yang ketahanannya terhadap manipulasi sinyal navigasi lebih lemah dan dapat dihadapi dengan strategi manipulasi statis pada satu titik." Peneliti menegaskan pola tersebut merupakan inferensi; sasaran sebenarnya tidak dapat dipastikan secara langsung.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore