
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara saat berkunjung ke RS Andaraí, di Rio de Janeiro, Selasa, 28 Juli 2026. (AP Photo/Bruna Prado)
JawaPos.com - Luiz Inacio Lula da Silva menorehkan sejarah politik Brasil melalui perjalanan panjang dari keluarga miskin di pedesaan hingga kembali memenangi pemilihan presiden untuk masa jabatan keempat.
Dikenal luas dengan nama Lula, pemimpin kelahiran 1945 itu membangun karier politik dari dunia buruh, memimpin gerakan serikat pekerja, hingga menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Amerika Latin.
Lula bukan berasal dari keluarga elite politik. Ia lahir dari orang tua yang tidak bisa membaca dan menulis, kemudian tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi sebelum merantau ke Sao Paulo, kota industri terbesar di Brasil.
Baca Juga:Akhir Pahit MotoGP di Phillip Island! Batal Digelar, Persaingan Juara Marc-Martin Tetap Terbuka
Pengalaman hidup sebagai pekerja pabrik membentuk pandangan politiknya, terutama mengenai kemiskinan, ketimpangan sosial, dan hak-hak pekerja.
Perjalanan hidupnya menjadi salah satu kisah kebangkitan politik paling menonjol di Brasil modern. Ia pernah tiga kali gagal dalam pemilihan presiden, berhasil merebut kekuasaan pada 2002, meninggalkan jabatan setelah dua periode, kembali menjadi presiden pada 2023, dan kemudian meraih kemenangan politik berikutnya setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro dalam pemilu terbaru.
Kisah Lula memperlihatkan bagaimana latar belakang kelas pekerja, kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat, serta ketahanan menghadapi krisis politik dapat menjadi modal penting untuk bertahan dalam persaingan kekuasaan.
Masa Kecil Lula, Lahir dari Keluarga yang Tak Bisa Membaca
Mengutip Duke University, Lula lahir pada 27 Oktober 1945 dari keluarga sederhana di wilayah pedesaan Brasil. Kedua orang tuanya tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis. Ketika industrialisasi berkembang di Sao Paulo, keluarganya berpindah ke wilayah tersebut untuk mencari peluang kehidupan yang lebih baik.
Masa kecil Lula jauh dari kemewahan. Ia baru belajar membaca ketika berusia sekitar 10 tahun dan meninggalkan bangku sekolah pada usia 14 tahun. Sejak muda, ia harus berhadapan dengan tuntutan untuk bekerja dan membantu memenuhi kebutuhan hidup.
Keterbatasan pendidikan formal tidak menghentikannya untuk membangun karier. Lula kemudian menjadi pekerja logam terampil di sektor industri, pekerjaan yang mempertemukannya dengan kehidupan buruh, persoalan upah, kondisi kerja, dan hubungan antara pekerja dengan pemilik perusahaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022