Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2026 | 05.54 WIB

Serangkaian Ancaman Bom Picu Kekacauan Penerbangan Eropa

Serangkaian ancaman bom picu kekacauan penerbangan Eropa (Al-Jazeera) - Image

Serangkaian ancaman bom picu kekacauan penerbangan Eropa (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Serangkaian ancaman bom terhadap penerbangan penumpang di sejumlah negara Eropa pada Selasa memicu pemeriksaan darurat, penutupan sementara bandara, serta pengawalan militer terhadap sejumlah pesawat.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (4/11), Sedikitnya tujuh penerbangan dan sebuah kapal pesiar tujuan Israel menjadi sasaran ancaman tersebut, tetapi seluruh pesawat berhasil mendarat dengan selamat tanpa ditemukan bahan peledak.

Insiden tersebut melibatkan sejumlah maskapai, termasuk Ryanair, Wizz Air, Scandinavian Airlines (SAS), dan LOT Polish Airlines, dengan Ryanair menjadi maskapai yang paling terdampak.

Di Polandia, ancaman terhadap dua penerbangan tujuan Warsawa menyebabkan Bandara Chopin dan Bandara Warsaw Modlin sempat menghentikan operasional untuk pemeriksaan keamanan.

Sementara itu, Angkatan Udara Italia mengerahkan dua jet tempur Eurofighter untuk mengawal penerbangan Ryanair dari Dublin menuju Roma, sedangkan penerbangan dari Lisbon dan Manchester juga menjalani pemeriksaan setelah menerima peringatan serupa.

Di Bulgaria dan Spanyol, sejumlah penerbangan Wizz Air dan Ryanair turut diperiksa setelah mendarat, tetapi seluruh proses pemeriksaan tidak menemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak.

Ancaman tersebut terjadi sehari setelah penerbangan Wizz Air dari London menuju Sofia dialihkan ke Budapest akibat peringatan bom saat berada di udara, sehingga memicu pengawalan jet tempur Hungaria.

Pada Selasa malam, sebuah kapal pesiar berbendera Panama, Crown Iris, yang membawa sekitar 1.500 penumpang dan awak menuju Haifa, Israel, juga dievakuasi di lepas pantai Syros, Yunani, sebelum dinyatakan aman setelah pemeriksaan.

Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, sejumlah pejabat dan pakar menilai rangkaian ancaman tersebut berpotensi menjadi bagian dari pola gangguan berbiaya rendah yang disebut sebagai serangan hibrida, meskipun tidak ada negara yang secara resmi dituding sebagai pelaku.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore