Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Oktober 2019 | 20.36 WIB

Cuaca Panas Menyengat Terasa di Jakarta, Begini Penjelasan BMKG

Para penerjun payung TNI AU saat peringatan HUT Ke-74 TNI di Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI mengangkat tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Para penerjun payung TNI AU saat peringatan HUT Ke-74 TNI di Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI mengangkat tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Wilayah Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya tengah dilanda cuaca yang begitu panas. Teriknya sinar matahari sangat terasa bagi yang beraktivitas di luar ruangan saat siang hari.

Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Harry Tirto Djatmiko mengatakan, keadaan ini merupakan fenomena normal. Setiap bulan September-Oktober gerak semu matahari berada di atas wilayah Indonesia terutama di sekitar pulau Jawa.

"Pergerakan semu mataharinya menuju ke belahan bumi selatan. Saat ini di bulan Oktober di atas Jawa sehingga sinaran mataharinya optimal," kata Harry saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (8/10).

Harry menjelaskan, apabila terik matahari dirasa tidak disertai rasa gerak menandakan kelembaban udara di wilayah tersebut relatif rendah. Akibatnya sinar matahari terasa menyengat.

"Apabila dikondisi dirasakan kegerahan, maka indikator kelembabannya tinggi dan menjadi indikator pembentukan pertumbuhan awan hujan yang biasanya hujannya singkat, lebat disertai kilatan petir dan angin kencang," imbuh Harry.

BMKG mencatat di suasana terik ini, suhu udara berkisar 33-36 derajat celcius untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Meski begitu, BMKG memastikan kondisi ini tidak membahayakan. "Itu masih masuk kategori normal, karena secara klimatologi itu kisarannya 33-37 derajat. Jadi masih dikisaran itu kan," tegas Harry.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi musim penghujan tidak akan lama lagi singgah di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Untuk wilayah bagian selatan diprediksi pada minggu kedua bulan ini sampai dengan November awal musim pengujan akan tiba. "Yang dibagian utara itu November dan Desember (awal musim penghujannya)," pungkas Harry.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore