Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 November 2024 | 14.47 WIB

Kadis LH DKI Asep Kuswanto Sebut Hanya 1,4 Persen Rumah di Jakarta yang Memilah Sampah

Arsip Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Senin (19/09/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

 
 
JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta akan menggratiskan retribusi sampah bagi rumah yang telah melakukan pemilahan sampah rumah tangga. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, saat ini hanya sekitar 1,48 persen rumah di Jakarta yang memilah sampah.
 
 
"Jadi sekitar baru 34 ribu rumah yang memilah sampah dari 2,3 juta rumah di Jakarta," ujar Asep di kantor DLH DKI Jakarta, Jumat (30/11/2024).
 
Diketahui, mulai 1 Januari 2025, Pemprov DKI akan memberlakukan retribusi pelayanan kebersihan. Namun, retribusi akan dibebaskan bagi pemilik rumah yang aktif memilah sampah dari sumbernya atau tergabung dalam Bank Sampah.
 
Asep mengatakan, retribusi pelayanan kebersihan sendiri merupakan salah satu langkah Pemprov DKI untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara lebih efektif dan efisien. Sistem ini didasarkan pada prinsip Polluter Pays Principle atau “siapa yang menghasilkan sampah, harus membayar pengelolaannya".
 
Retribusi ini akan dikenakan kepada rumah tinggal dan kegiatan usaha, dengan pembagian tarif yang adil berdasarkan daya listrik yang terpasang di masing-masing tempat.
 
Terdapat tiga kategori rumah tinggal yang diatur dalam kebijakan ini. Yaitu kelas miskin dengan daya listrik 450 hingga 900 VA tidak akan dikenakan biaya retribusi alias gratis. 
 
Sedangkan untuk kelas bawah 1.300 hingga 2.200 VA dibebankan tarif retribusi Rp 10.000 per unit/bulan, kelas menengah 3.500 VA hingga 5.500 VA dibebankan tarif retribusi Rp 30.000 per unit/bulan, dan kelas atas yang memiliki daya listrik 6.600 VA ke atas dibebankan tarif retribusi Rp 77.000 per unit/bulan.
 
Asep mengatakan, saat ini pihaknya tengah membuat sistem pembayaran retribusi tersebut. Dimana nantinya masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan QRIS dengan menggandeng bank DKI. Sistem itu akan mulai di uji coba pada Desember tahun ini.
 
"Jadi kita ingin mencoba dulu nih, mencoba dulu kendala pemungutannya bagaimana, kemudian apa ada erornya seperti apa, apakah ada permasalahan atau tidak. Apabila nanti diterapkan Itu kita akan coba uji coba ini di bulan Desember gitu," kata Asep. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore