
Tiang-tiang monorel sepanjang jalan Rasuna Said, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan nasib tiang-tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, segera berakhir. Pemprov DKI Jakarta akan bersurat kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai pemilik aset untuk segera membongkar tiang-tiang tersebut.
"Kami segera berkirim surat bahkan sebenarnya sudah pembicaraan. Kami persilakan Adhi Karya untuk membongkarnya," ujar Pramono di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Senin (27/10).
Pramono mengatakan, jika PT Adhi Karya tidak sanggup membongkar sendiri, Pemprov DKI Jakarta akan siap membantu untuk membongkarnya.
"Kalau Adhi Karya enggak bisa membongkar, kami yang akan bongkar," ucapnya.
Pramono menargetkan proses pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan Rasuna Said bisa dimulai pada Januari 2026. Namun, bila Adhi Karya tidak melaksanakannya, Pemprov DKI akan turun tangan langsung.
Pramono pun mempersilahkan PT Adhi Karya memgambil puing-puing hasil pembongkaran tiang monorel
"Kan, sudah kurang baik apa? Kita kasih kesempatan duluan. Kalau enggak bisa, kami yang bongkar. Kalau sudah kami yang bongkar, nanti (material tiang monorel) kami taruh, silakan diambil," imbuhnya.
Jejak Panjang Sejarah Monorel Jakarta
Proyek Monorel Jakarta pertama kali digagas di era Gubernur Sutiyoso sekitar tahun 2003–2004. Proyek ambisius itu digadang-gadang sebagai solusi kemacetan ibu kota, melengkapi sistem transportasi TransJakarta yang baru beroperasi kala itu.
Rencana awal mencakup dua jalur utama:
Pembangunan dikerjakan oleh PT Jakarta Monorail (JM), konsorsium Indonesia–Malaysia, dengan investasi sekitar Rp 4,5 triliun menggunakan teknologi straddle beam monorail.
Namun proyek ini sempat terhenti, dihidupkan kembali pada 2013–2015, lalu benar-benar terhenti tanpa hasil nyata.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Perusahaan Konstruksi Indonesia (ASPERKONI), Sudin Antoro, menilai langkah Gubernur DKI Pramono Anung sudah tepat dalam menata ulang kawasan bekas proyek monorel itu.
"Bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan ide besar, tetapi juga perlu komitmen, tata kelola, dan keberlanjutan," kata Sudin.
Ia menekankan bahwa pembongkaran tiang monorel bukan perkara sederhana. Diperlukan koordinasi lintas instansi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
