
Pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini bisa ikut mengelola sampah plastik sekaligus mendapat uang. (istimewa)
JawaPos.com - Pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini bisa ikut mengelola sampah plastik sekaligus mendapat uang hanya dengan memasukkan botol bekas ke mesin reverse vending machine (RVM). Sistem ini bukan hanya mendorong kebiasaan baru dalam memilah sampah, tetapi juga membuka peluang edukasi praktis tentang nilai ekonomi plastik pascakonsumsi.
Botol yang dimasukkan akan langsung masuk ke sistem daur ulang, sementara pengunjung mendapat imbalan berupa poin yang bisa ditukar saldo digital.
Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, mengatakan edukasi lingkungan harus relevan dengan pengalaman wisata. Menurutnya, banyak unsur budaya Indonesia bersumber dari alam sehingga menjaga lingkungan adalah bagian dari merawat akar budaya.
“Kami ingin mengajak setiap pengunjung tidak hanya menikmati kekayaan Indonesia, tetapi juga ikut menjaganya. Tradisi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan adalah warisan yang kita rawat bersama,” ujarnya, Jumat (28/11).
Pengelolaan sampah plastik di TMII juga ditunjang oleh pameran instalasi seni bertajuk Vir-ART-lity, hasil kompetisi karya upcycling botol plastik PET. Pameran ini melibatkan mahasiswa dan seniman muda dari berbagai daerah, yang karyanya dikurasi oleh seniman nasional seperti Tromarama, Erwin Windu Pranata, serta kolektif REEXP.
Sebanyak 15 karya terbaik kini dipamerkan di Museum Indonesia mulai 27 November 2025. Melalui pendekatan seni, pengunjung diharapkan bisa melihat kembali nilai budaya dan lingkungan dari perspektif kreatif.
AQUA juga menghadirkan kios dari material daur ulang tutup botol plastik sebagai bagian dari edukasi ekonomi sirkular. Inisiatif ini, menurut Vice President General Secretary AQUA Vera Galuh Sugijanto, menjadi contoh nyata bahwa sampah plastik bisa kembali memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap upaya ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi nilai ekonomi dari botol plastik pascakonsumsi,” tutup Vera.
Di bagian akhir kolaborasi ini, TMII dan AQUA menegaskan komitmen keduanya untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah, edukasi ekonomi sirkular, serta penyediaan hidrasi sehat bagi pengunjung. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun destinasi wisata yang bukan hanya nyaman, tetapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang.
TMII bersama AQUA kini menghadirkan dua unit RVM, satu unit waste station, serta sejumlah dropbox untuk memudahkan pengunjung membuang botol plastik dengan benar. Semua sampah plastik yang terkumpul dari berbagai titik itu dipastikan masuk ke dalam ekosistem daur ulang AQUA melalui kerja sama dengan Rekosistem dan Plasticpay.
Upaya ini memperkuat pendekatan ekonomi sirkular yang kini menjadi fokus pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022