
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengaktifkan kembali dua ikon legendaris di Taman Ismail Marzuki (TIM), yakni Planetarium Jakarta dan Paviliun Raden Saleh, Selasa (23/12). (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar gembira bagi warga Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengaktifkan kembali dua ikon legendaris di Taman Ismail Marzuki (TIM), yakni Planetarium Jakarta dan Paviliun Raden Saleh pada Selasa (23/12).
Langkah ini bukan sekadar peresmian fisik, melainkan strategi besar untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang kaya akan budaya dan edukasi.
Planetarium Jakarta: Gratis untuk Pelajar Selama 3 Bulan
Setelah sempat tidak beroperasi sejak tahun 2012, Planetarium Jakarta kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern. Menariknya, Gubernur Pramono memberikan kado spesial bagi warga, khususnya para pelajar.
Sebagai bentuk komitmen perluasan akses edukasi, kunjungan ke Planetarium Jakarta digratiskan selama tiga bulan ke depan.
"Planetarium Jakarta ini dihadirkan sebagai sarana edukasi interaktif yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas. Tolong segera disampaikan, terutama kepada murid-murid sekolah yang ada di Jakarta, selama tiga bulan saya akan memberikan gratis," ujar Gubernur Pramono, Selasa (23/12).
Fasilitas ini kini dilengkapi teknologi canggih, mulai dari sistem visualisasi astronomi digital hingga AI Virtual Host, pemandu digital berbasis kecerdasan buatan yang siap menjawab rasa penasaran pengunjung tentang alam semesta.
Paviliun Raden Saleh: Hotel Seni Kolaborasi Artotel
Selain Planetarium, TIM kini memiliki Paviliun Raden Saleh (sebelumnya dikenal sebagai Wisma Seni). Dikelola oleh Artotel Group, fasilitas ini dirancang sebagai akomodasi yang menyatu dengan ekosistem seni.
Gubernur berharap tempat ini menjadi ruang kolaborasi bagi sivitas akademika Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan komunitas seni.
"Secara pribadi, saya berharap kerja sama antara Artotel dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) di kawasan ini dapat dilaksanakan secara optimal. Ruang-ruang seni harus dibuka seluas-luasnya bagi keterlibatan IKJ, sehingga Paviliun Raden Saleh dapat berfungsi sebagai akomodasi yang terintegrasi dengan ekosistem seni dan budaya Taman Ismail Marzuki, tidak hanya sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman kultural," ujar Pramono.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin menjelaskan, Paviliun Raden Saleh memiliki 139 kamar. Tak hanya tempat menginap, tersedia juga working space, kolam renang, hingga ruang pameran seni yang dikurasi langsung oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
"Kehadiran Paviliun Raden Saleh diharapkan menjadi pilihan akomodasi yang strategis bagi seniman, budayawan, dan pelaku industri kreatif, sekaligus memperkuat posisi TIM sebagai pusat seni dan budaya bertaraf nasional hingga internasional," ungkap Iwan.
Dengan aktivasi ini, Taman Ismail Marzuki diharapkan kembali menjadi jantung kreativitas dan edukasi sains di Jakarta yang mudah diakses oleh siapa saja.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
