Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan secara simbolis revitalisasi Kantin Sehat di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (20/5). (Istimewa).
Di Jakarta sendiri terdapat tiga sekolah yang memiliki kantin sehat sebagai percontohan. Ketiganya yakni SMA Negeri MH Thamrin, SMK 63, dan SMK 57.
Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Ali Khomsan menekankan, kantin sehat harus menjadi benteng pertahanan gizi anak di sekolah. Menurutnya, konsep kantin sehat tidak boleh lepas dari prinsip keberagaman pangan dan higienitas yang ketat.
Ali menjelaskan, menu di kantin sehat haruslah mencerminkan panduan gizi seimbang, bukan sekadar menyediakan makanan instan atau junk food.
"Ya intinya kantin sehat itu adalah kantin yang menyajikan makanan dan minuman yang sehat, yang mencerminkan penyediaan makanan yang memenuhi persyaratan-persyaratan gizi seimbang," ujar Ali kepada JawaPos.com.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa makanan yang ditawarkan harus mencakup karbohidrat, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Gizi seimbang ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan anak pada camilan yang minim nutrisi.
"Sehingga makanan-makanan itu tidak hanya berupa gorengan-gorengan saja ya, tetapi juga mencerminkan keberagaman dari karbohidrat, kemudian protein, kemudian mineral, vitamin yang dicerminkan oleh misalnya nasi, lauk-lauk, sayuran, buah," tambahnya.
Selain soal menu, aspek sanitasi menjadi faktor penentu sebuah kantin layak disebut "sehat". Ali menyoroti pentingnya akses air bersih untuk proses pengolahan hingga pencucian peralatan makan.
Menurutnya, higienitas dalam penyiapan makanan juga sangat memengaruhi kualitas kesehatan jangka panjang bagi siswa SD hingga SMA, maupun karyawan di perkantoran.
Nasib Kantin di Tengah Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Muncul pertanyaan mengenai relevansi kantin sekolah saat pemerintah menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ali memprediksi akan ada pergeseran peran kantin di masa depan. Kantin nantinya bukan lagi sebagai sumber utama pemenuhan gizi siswa, melainkan pelengkap dari sajian menu MBG.
"Kemudian mungkin kebanyakan hanya akan menyediakan makanan-makanan snack atau jajanan sehat," ungkapnya.
Negara Tanggung Sepertiga Gizi, Sisanya Peran Keluarga
Program MBG ditargetkan menyasar 80 juta penerima manfaat pada tahun 2026 ini. Ali mengingatkan, MBG diperkirakan hanya mampu mengcover sekitar 25 hingga 30 persen kebutuhan gizi harian anak.
"Ya, karena mereka diberikan dalam bentuk makan siang atau makan pagi, yang itu memberikan kontribusi sekitar 25-30 persen kesukupan gizi," jelas Prof. Ali.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
