
Nasib pilu menimpa seorang penjual es kue di Kemayoran. Pria bernama Sudrajat ini mengaku menjadi korban kekerasan oleh oknum. (istimewa)
JawaPos.com - Kisah pilu Pak Sudrajat, 49, penjual es gabus yang viral karena dituduh menjual es berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat, ternyata menyimpan duka yang lebih dalam. Di balik tuduhan keji dan kekerasan yang dialaminya, pria ini adalah tulang punggung keluarga yang berjuang keras menyekolahkan lima anaknya.
Sudrajat setiap hari bertaruh nasib demi uang puluhan ribu rupiah, namun kenyataan pahit harus diterima karena kelima anaknya terpaksa putus sekolah.
Penghasilan Rp 50 Ribu untuk 5 Anak
Selama 15 tahun, Sudrajat menempuh perjalanan jauh dari Bojong Gede, Bogor, menuju Jakarta Pusat. Dengan modal tenaga, ia menjajakan es kue atau es gabus di kawasan Kemayoran dan Manggarai.
Meski terlihat lelah, penghasilan yang dibawa pulang sangatlah jauh dari kata cukup. Dikutip dari Jawapos Radar Bogor, sang putri, Zaitun, 18, membeberkan kondisi ekonomi sang ayah yang sebenarnya.
"Bapak biasanya pulang bawa Rp 100 ribu, itu kasih lagi nyetor bersihnya sekitar Rp 50 ribu untuk menghidupi anak 5," ujar Zaitun, Selasa (27/1).
Mimpi Sekolah yang Kandas karena Biaya
Uang Rp 50 ribu itulah yang digunakan setiap hari untuk makan dan kebutuhan rumah tangga. Akibatnya, pendidikan menjadi kemewahan yang tak terjangkau bagi anak-anak Sudrajat.
Zaitun sendiri harus mengubur mimpinya melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Ia mengaku sangat ingin belajar, namun keadaan memaksa dirinya untuk berhenti di bangku SMP.
"Aku sudah putus sekolah, udah lulus SMP terus ga lanjutin ya karna biaya," ungkap Zaitun. "Mau banget, tapi terhalang biaya," katanya.
Kondisi ini dialami hampir seluruh anak Sudrajat. Kakak-kakak Zaitun kini harus bekerja di pasar demi menyambung hidup. Saat ini, hanya anak keempat yang masih bertahan di bangku kelas 1 SD.
"Yang pertama udah kerja di Pasar. Kedua di pasar, putus sekolah juga udah lulus SMP ga lanjut. Ga ada yang tamat SMA," tambah Zaitun.
Luka Fisik dan Tuduhan "Es Bedak" yang Tak Terbukti
Kisah kemiskinan ini semakin menyayat hati mengingat kejadian traumatis yang dialami Pak Sudrajat pada Sabtu (24/1). Saat sedang berjuang mencari nafkah, ia justru dituduh oknum aparat menjual es palsu berbahan spons atau bedak.
Pak Sudrajat mengaku mendapatkan perlakukan kasar di lapangan sebelum akhirnya dibawa untuk diperiksa. "Ditonjok, dibanting, kakinya dibikin gantung," ujar Sudrajat saat menceritakan intimidasi yang diterimanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022