Ilustrasi kecelakaan sepeda motor. (Shutterstock/Antara)
JawaPos.com-Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2) pagi. Seorang pelajar SMKN 34 Jakarta Pusat berinisial A, dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam lubang jalan yang dalam.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB ini menambah daftar panjang korban akibat buruknya infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Korban yang diketahui merupakan siswa kelas 11 jurusan Teknik Mesin ini langsung terpental ke aspal dan tidak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia oleh warga yang mencoba menolong.
Detik-detik Kronologi Kecelakaan
Menurut kesaksian warga, kondisi jalanan saat itu masih relatif sepi. Namun, kontur jalan yang rusak dan berlubang diduga kuat menjadi penyebab utama korban kehilangan kendali atas kendaraannya.
Ardi, salah satu pengendara yang berada di lokasi, menceritakan bahwa ia melihat korban sudah tergeletak saat ia keluar dari gang menuju jalan raya.
"Kondisi jalan sepi, enggak ada orang sepi, saya keluar dari sana (gang) ke jalan raya sudah ngegeletak saja (korban)," ujarnya, Senin (9/2).
Ardi juga sempat melihat aksi heroik dua orang warga yang berusaha menghadang laju kendaraan lain agar tubuh korban tidak terlindas. Meskipun kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan parah, benturan keras ke aspal diduga menjadi penyebab fatal kematian korban.
Lokasi Rawan Kecelakaan Akibat Jalan Rusak
Masalah jalan rusak di Matraman ini ternyata bukan rahasia lagi bagi warga sekitar. Ardi menyebutkan bahwa lokasi tersebut memang kerap memakan korban karena kondisi tambalan jalan yang tidak rata.
"Sudah sering sih, mungkin karena tembelan ini ya, agak rawan," tambah Ardi.
Senada dengan Ardi, Ilham, pengendara lain yang melintas, awalnya mengira kemacetan panjang yang terjadi dari arah Jatinegara menuju Senen disebabkan oleh adanya proyek perbaikan jalan.
"Saya pikir ada perbaikan jalan atau apa ya, ternyata pas lewat ada orang tergeletak," singkat Ilham.
Kemacetan parah sempat mengular selama proses evakuasi jasad korban yang saat itu ditutupi jas hujan plastik berwarna merah dan hitam. Tak lama kemudian, ambulans tiba untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.
Kejadian tragis ini memicu reaksi keras dari para pengguna jalan yang meminta pemerintah segera mengambil tindakan nyata sebelum jatuh korban lebih banyak.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
