
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dan Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe. (Istimewa)
JawaPos.com - Menjelang momen besar Ramadan dan Imlek, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung ke sawah di Cianjur untuk memastikan pasokan beras aman dan harga tetap stabil.
Langkah ini diambil guna menekan laju inflasi daerah sekaligus memperkuat ekosistem pangan antara Jakarta dan Jawa Barat.
"Kerja sama ini lahir dari kesadaran sederhana bahwa ketahanan pangan tidak dibangun dengan wacana, melainkan dengan keberanian untuk bekerja sama. Kita ingin pasokan terjaga dan harga tetap wajar, petani tersenyum, serta warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, dan hari-hari besar lainnya dengan stok pangan yang cukup," ujar Wagub Rano Karno di lokasi, Kamis (12/2).
Kerja sama ini dijalankan melalui skema business to business (B2B). BUMD pangan Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, bermitra langsung dengan pelaku usaha di Cianjur. Fokus utamanya saat ini adalah komoditas padi dan beras berkualitas.
"Skema ini juga diperkuat melalui kerja sama government to government antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur," tambahnya.
Cianjur dipilih karena memiliki surplus produksi beras yang luar biasa, mencapai 315 ribu ton per tahun. Angka ini sangat krusial bagi Jakarta yang membutuhkan setidaknya 3.000 ton beras setiap harinya.
Direktur Utama Food Station Dodot Tri Widodo menjelaskan, dari 150 hektare lahan yang dipanen, terdapat varietas unggul seperti IR64, Inpari 32, hingga beras premium Pandan Wangi.
"Berdasarkan data yang kami baca dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Cianjur mencapai sekitar 630 ribu ton per tahun atau setara dengan 315 ribu ton beras. Artinya, Kabupaten Cianjur berada dalam kondisi surplus produksi. Surplus inilah yang diharapkan dapat memasok kebutuhan DKI Jakarta, mengingat kebutuhan beras di Ibu Kota sangat besar," jelas Dodot.
Meski stok melimpah, tantangan harga gabah di tingkat petani yang fluktuatif tetap menjadi perhatian. Saat ini, harga gabah di sawah bisa menyentuh Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram.
Namun, Wagub Rano menegaskan bahwa Jakarta siap mendukung penuh lewat kapasitas anggaran yang dimiliki untuk menciptakan simbiosis mutualisme.
"Jakarta mungkin tidak memiliki lahan, tetapi memiliki kapasitas fiskal yang besar. Anggaran besar ini harus dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan," tegas Rano Karno.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022