Tangkapan layar korban penikaman mata elang (matel) Bastian Sori saat mendapatkan penanganan medis. (Istimewa)
JawaPos.com - Aksi brutal kawanan debt collector atau mata elang (matel) kembali memakan korban. Kali ini, seorang pengacara bernama Bastian Sori (BS) menjadi korban penusukan saat mempertahankan mobilnya di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (23/2).
Insiden berdarah ini terekam kamera sang istri dan mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, istri korban terdengar berteriak histeris meminta pertolongan saat sejumlah pria memaksa membawa mobil putih miliknya.
"Tolong, tolong ini debt collector. Suami saya ditusuk, ya. Polisi tolongin," teriak perempuan tersebut dalam rekaman video yang beredar luas.
Kronologi Penarikan Paksa Berujung Penikaman
Peristiwa mencekam ini terjadi di Perumahan Palem Semi, Karawaci. Kejadian bermula saat tiga orang pria yang mengaku sebagai debt collector mendatangi kediaman korban. Mereka berniat menarik paksa mobil bernomor polisi B-2540-JUN milik Bastian.
Sebagai seorang advokat yang paham hukum, korban menolak menyerahkan kendaraannya karena menilai prosedur penarikan tersebut ilegal. Namun, penolakan tersebut justru menyulut emosi para pelaku.
Salah satu pelaku yang mengenakan kemeja biru terekam menggenggam benda diduga pisau. Tak lama kemudian, penusukan pun terjadi. Usai melukai korban, para pelaku langsung masuk ke dalam mobil korban dan membawanya kabur dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, Bastian Sori yang juga pengurus DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Banten dilarikan ke rumah sakit. Foto-foto korban di ruang IGD dengan perut bersimbah darah pun memicu kecaman netizen.
Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Boy Jumalolo membenarkan aksi kekerasan yang melibatkan kelompok penagih utang tersebut.
"Benar, adanya kejadian sekelompok matel (mata elang) yang menganiaya di Kelapa Dua," ujar Boy, Selasa (24/2).
Pihak kepolisian telah bergerak dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi mata.
AKBP Boy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme berkedok penagihan utang di wilayah hukumnya.
"Beberapa saksi sudah diperiksa untuk melakukan penindakan dan penangkapan terhadap matel yang arogan," tegas Boy.
Kapolres juga telah menjenguk korban yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Tangerang. Ia memastikan timnya tengah memburu para pelaku yang melarikan diri.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
