
PAM Jaya Bakal "Tangkap" Air dari Udara Jakarta, Bisa Langsung Diminum Gratis. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - PT PAM Jaya (Perseroda) tengah menyiapkan teknologi mutakhir yang mampu menyedot kandungan air langsung dari atmosfer untuk diubah menjadi air minum siap konsumsi.
Tak hanya itu, perusahaan air minum daerah ini juga menyiapkan "pasukan" truk air darurat dan teknologi tambal pipa tanpa bongkar jalan guna mempercepat layanan bagi warga Jakarta.
Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin menuturkan, teknologi penangkap air atmosfer ini akan ditempatkan di pusat keramaian.
"Teknologi ini enggak bisa disetop makanya kita nggak boleh keluar dari apa yang namanya Research and Development," ujar Arief dalam diskusi Balkoters Talk di Balai Kota DKI, Rabu (11/3).
Fasilitas tersebut akan diberi nama Water Hub. Di sini, warga yang sedang beraktivitas di kawasan Sudirman-Thamrin bisa menikmati air minum berkualitas secara cuma-cuma.
"Jadi nanti kemungkinan besar saya akan taruh di, ada yang namanya Water Hub. Sepanjang Sudirman-Thamrin nanti kalau sudah berizin, nanti akan ada Water Station, tapi kami bilangnya Water Hub," jelasnya.
Arief menjelaskan, prinsip kerja alat ini mirip dengan proses kondensasi pada AC yang menghasilkan titik-titik air. Bedanya, alat ini dirancang khusus untuk menangkap kelembapan di udara Jakarta secara optimal.
"Bapak Ibu tahu AC ya, aircon. Kalau aircon ini dia pakai kondensasi prosesnya. Keluar air kan? Padahal nggak ada air kan? Tapi jadi keluar air karena kondensasi, tapi kalau ini, ini nangkap atmosfer," terangnya.
Teknologi serupa ternyata sudah sukses digunakan di negara-negara Afrika yang kesulitan sumber air. PAM Jaya bahkan sudah memesan truk mobile berbasis teknologi atmosfer ini untuk kondisi darurat atau bencana.
"Mungkin dalam 3-4 bulan nanti akan show gitu ya ke Pak Gubernur," ungkap Arief.
Tambal Pipa Tanpa Bikin Macet
Masalah pipa bocor yang sering memicu kemacetan karena galian jalan juga mendapat solusi baru. PAM Jaya mulai menggunakan teknologi gel khusus untuk menambal kebocoran dari dalam pipa.
Dengan metode ini, pipa dikosongkan, divakum, lalu ditembakkan gel menggunakan alat pendorong berbentuk peluru.
"Itu dia langsung ini gel-nya nutup, kemudian direkat sama ininya apa pendorongnya, airnya di belakangnya udah ngikut langsung dan itu langsung kering," urai Arief.
Namun, ia mencatat teknologi ini efektif untuk lubang skala kecil. Jika kerusakan pipa sudah masif, pembongkaran jalan tetap menjadi pilihan terakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022