Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Maret 2026, 13.56 WIB

Akses Menuju Setu Babakan Rusak Parah, DPRD DKI: Malu, Ini Wajah Budaya Betawi!

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi PSI August Hamonangan. (Istimewa) - Image

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi PSI August Hamonangan. (Istimewa)

JawaPos.com - Momen libur Idul Fitri 2026 yang seharusnya membawa berkah bagi kawasan Setu Babakan justru berujung sepi. Curah hujan tinggi yang diperparah dengan rusaknya akses jalan membuat wisatawan enggan berkunjung ke ikon budaya Betawi tersebut.

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi PSI August Hamonangan menuturkan, infrastruktur yang buruk menjadi penghalang utama masyarakat untuk berwisata ke Setu Babakan.

August menyayangkan potensi wisata Setu Babakan yang tersia-sia akibat pembiaran fasilitas publik. Menurutnya, cuaca ekstrem bukan satu-satunya alasan di balik sepinya pengunjung.

"Sangat disayangkan bahwa Setu Babakan yang harusnya ramai dikunjungi oleh masyarakat ketika liburan Idul Fitri malah sepi. Memang ada faktor alam berupa hujan berat yang terjadi belakangan ini, tetapi kualitas infrastruktur yang buruk juga membuat orang enggan untuk pergi ke sana," ujar August, dikutip Senin (30/3).

Lebih lanjut, August mengingatkan Pemprov DKI Jakarta bahwa Setu Babakan bukan sekadar tempat rekreasi biasa. Lokasi ini merupakan urat nadi ekonomi bagi warga lokal sekaligus pusat pelestarian budaya.

"Setu Babakan ini memiliki arti penting bagi masyarakat di Srengseng Sawah. Pertama, ini merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi, tidak sedikit warga menggantungkan pencahariannya dari sini," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kawasan ini adalah tempat warga dari berbagai wilayah melepas penat. "Kemudian, Setu Babakan ini juga tempat melakukan rekreasi. Ada warga dari wilayah sekitar maupun dari luar menghabiskan waktu kosongnya untuk beristirahat di sini," sambung August.

Kondisi Miris: Fasilitas Tidak Terawat

Sebagai jantung kebudayaan Betawi, August merasa miris melihat kondisi fisik Setu Babakan saat ini. Ia menilai wajah Jakarta dan kebudayaan asli Betawi dipertaruhkan jika fasilitasnya dibiarkan rusak.

"Setu Babakan ini juga menjadi wajah dari masyarakat dan kebudayaan Betawi. Hasil-hasil kebudayaan Betawi seperti kulinernya banyak dijajakan di sini. Dan orang luar juga mengenal budaya Betawi dari dekat untuk pertama kalinya di sini," tuturnya.

Ia menekankan bahwa estetika dan kenyamanan adalah kunci utama sebuah destinasi wisata.

"Sehingga, kita harusnya malu kalau tempat yang mestinya jadi wajah budaya Betawi ini malah dipenuhi oleh jalanan-jalanan rusak dan fasilitas-fasilitas lainnya yang tidak terawat. Ini kondisinya sangat miris," tegas August.

August meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera turun tangan melakukan evaluasi total dan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh.

"Jadi, mohon kerusakan-kerusakan ini segera diperbaiki. Kalau tempatnya bagus, maka akan ada lebih banyak orang lagi yang mau berkunjung ke sini. Dan kebudayaan Betawi akan diuntungkan, sekaligus perekonomian di sekitarnya menjadi hidup," imbuhnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore