
Penampakan Mohamad Irman Ali alias Woodyrman, selebgram yang terlibat dalam kasus penganiayaan di Kawasan Blok M yang menewaskan WN Brunei Darussalam. (Istimewa)
JawaPos.com - Polisi mengungkap sejumlah luka yang dialami oleh MHF setelah menjadi korban penganiayaan di Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Akibat luka-luka itu, korban yang dianiaya oleh Mohamad Irman Ali alias Woodyrman tersebut sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Katimsus Subdit Resmob Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel menyampaikan bahwa korban berpaspor Brunei Darussalam itu tidak meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban mendapatkan perawatan medis akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sesama warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam.
”Korban sendiri tidak langsung meninggal di lokasi, namun sempat dilakukan perawatan di RSPP Jakarta Selatan,” ucap Breggy pada Rabu (27/5).
Namun, kondisi korban terus turun. Korban bahkan sempat koma akibat sejumlah luka yang dialami pasca penganiayaan. Informasi dari petugas medis yang diterima oleh polisi menyatakan bahwa korban mengalami beberapa luka serius. Diantaranya pada bagian kepala belakang, mata kiri, dan tulang selangka.
“Kemudian korban sempat mengalami koma dan keadaannya semakin menurun, sehingga pada tanggal 16 Mei 2026 korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Berbekal surat penangkapan, polisi kemudian melakukan penggeledahan terhadap tempat tinggal Woodyrman. Dia diminta untuk menunjukkan pakain yang dikenakan saat melakukan penganiayaan terhadap korban. Kepada petugas kepolisian dia menunjukkan baju sampai sepatu yang digunakan saat memukuli MHF hingga terkapar dan kehilangan nyawa setelah mendapat penanganan medis.
”Terjadi peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, di depan Restu Sport, Blok M Hub, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Menurut Budi, penganiayaan itu terjadi saat korban berada di sekitar lokasi kejadian bersama seorang saksi. Tidak lama, datang beberapa orang lainnya yang sempat duduk serta berbincang bersama korban.
”Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku tiba di lokasi bersama rekannya dengan menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca, kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub,” beber Budi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
