
Ilustrasi penanaman mangrove untuk menjaga kestabilan ekosistem pesisir. (Istimewa)
JawaPos.com - Ancaman abrasi dan banjir rob masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Perubahan garis pantai yang terus terjadi tidak hanya menggerus daratan, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan permukiman, menurunkan produktivitas perikanan, dan memperburuk dampak perubahan iklim di kawasan pesisir.
Di tengah tantangan tersebut, upaya rehabilitasi ekosistem mangrove terus didorong sebagai salah satu solusi mencegah abrasi dan banjir rob berbasis alam yang dinilai efektif untuk melindungi wilayah pantai. Penanaman mangrove kembali dilakukan di Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kegiatan penanaman mangrove itu menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan pesisir yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi dan banjir rob. Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 13.000 bibit mangrove telah ditanam di wilayah tersebut untuk memperkuat fungsi perlindungan alami pesisir sekaligus mendukung pemulihan ekosistem.
Baca Juga:Terekam CCTV: Detik-detik Pembacokan Pelajar SMK di Palmerah, 2 Pelaku Ditangkap saat Ujian
Langkah rehabilitasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat restorasi mangrove nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025. Selain berfungsi menahan abrasi, mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.
Indonesia memiliki sekitar 23 persen dari total ekosistem mangrove dunia, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan mangrove terbesar secara global. Ekosistem ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung garis pantai, tetapi juga menjadi habitat penting bagi lebih dari 200 spesies ikan serta berbagai biota laut lainnya.
Mangrove juga memiliki kontribusi signifikan terhadap cadangan karbon biru dunia. Karena itu, kerusakan kawasan mangrove berpotensi mempercepat laju perubahan iklim sekaligus mengancam sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Meski luas kawasan mangrove Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, ancaman degradasi masih terus terjadi akibat alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, hingga aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.
Kondisi tersebut membuat rehabilitasi mangrove menjadi salah satu agenda penting dalam menjaga ketahanan pesisir sekaligus mengurangi risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Donny Arief Budiman mengatakan, abrasi dan banjir rob masih menjadi tantangan tahunan bagi masyarakat Muara Gembong.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
