
Himpunan Alumni (HA) IPB University melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. (Istimewa)
Dalam audiensi tersebut, HA IPB University menyerahkan dokumen kajian “Cetak Biru-Hijau Pesisir Utara Jakarta” sebagai masukan strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengevaluasi dan mengembangkan konsep pembangunan GSW.
Kajian tersebut menempatkan pembangunan pesisir Jakarta tidak hanya sebagai proyek infrastruktur perlindungan pantai, tetapi juga sebagai agenda besar pengelolaan wilayah pesisir yang mengintegrasikan aspek lingkungan, tata ruang, ekonomi, sosial, dan keberlanjutan.
Sekretaris Jenderal HA IPB University, Anggawira, mengatakan bahwa persoalan pesisir Jakarta membutuhkan pendekatan lintas sektor. Menurutnya, tantangan Jakarta Utara tidak hanya berkaitan dengan ancaman air laut, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan, keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir, hingga masa depan kawasan metropolitan Jakarta.
“Pesisir Jakarta merupakan kawasan strategis nasional yang memiliki fungsi ekonomi, sosial, dan ekologis. Karena itu, setiap pembangunan besar seperti Giant Sea Wall perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis konstruksi,” ujar Anggawira dalam audiensi tersebut.
Ia menjelaskan, konsep Cetak Biru-Hijau Pesisir Utara Jakarta yang disampaikan HA IPB merupakan upaya memberikan perspektif akademik dan kebijakan agar pembangunan kawasan pesisir dapat berjalan seimbang antara perlindungan kota dan keberlanjutan lingkungan.
Menurut HA IPB, pembangunan GSW harus mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari dinamika perubahan iklim global, kenaikan muka air laut, kondisi ekosistem pesisir, sistem drainase kota, hingga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang berada di kawasan pantai utara Jakarta.
“Pembangunan pesisir modern tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan betonisasi atau infrastruktur keras. Dunia saat ini bergerak menuju konsep perlindungan pesisir terpadu yang menggabungkan infrastruktur, teknologi, dan pemulihan ekosistem,” kata Anggawira.
Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah pengurus dan jajaran bidang strategis HA IPB University, antara lain Muhammad Karim selaku Dewan Pakar HA IPB University, Yayat Dinar sebagai Ketua Bidang Kajian Strategis dan Isu Nasional, Arsyad KR selaku Sekretaris Bidang Kajian Strategis dan Isu Nasional.
Turut hadir pula Jusupta Tarigan sebagai Sekretaris Bidang Agraria, Tata Ruang (ATR), Indra M. Sanjoyo sebagai Ketua Departemen Penataan dan Perencanaan Aset serta Akses Reforma Agraria, serta Shane Hasibuan yang menangani konektivitas jaringan dan pendampingan konflik agraria.
Selain membahas Giant Sea Wall, audiensi juga membicarakan peluang kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPP HA IPB University, khususnya dalam penyelenggaraan Forum Strategis Nasional (FSN). Forum tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas berbagai isu strategis pembangunan nasional.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
