Amilia, 38, salah seorang warga dari Kelurahan Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Jakarta Timur menggelar aksi demonstrasi di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/6). Mayoritas aksi tersebut diikuti oleh para orang tua.
Meski dinilai sangat membantu, realisasi distribusi makanan di lapangan rupanya masih menyisakan setumpuk persoalan pelik, mulai dari kualitas makanan yang buruk hingga usulan agar program ini diuangkan.
Amilia, 38, salah seorang warga dari Kelurahan Jati, Pulo Gadung, mengaku sangat menyayangkan kualitas menu pangan program MBG yang kerap tidak layak konsumsi. Menurutnya, tidak jarang lauk-pauk yang dibagikan petugas justru dalam kondisi sudah basi.
"Bagus sih programnya, tapi yang kalau masalah makanannya kurang ini ya, kurang layak ya. Enggak sesuai sama yang diinginkan kita, gitu aja," ujar Amilia saat ditemui di kawasan Monas.
Amilia menceritakan pengalamannya saat mendapati makanan basi dalam menu MBG untuk anaknya yang masih berusia 9 bulan. Buruknya kualitas makanan ini diakuinya bukan lagi kejadian sekali dua kali di lingkungannya.
"Kalau yang saya dapat kan ya kayak tempe tahu sih emang wajar ya, tapi kayak enggak layak aja gitu ya makanannya. Kadang basi," tambahnya.
Ia merinci lebih lanjut mengenai kondisi makanan yang sering kali bikin mengelus dada.
"Lauk-pauknya, kalau nasi sih emang awet ya, tapi lauk-pauknya kadang udah mau bau. Ayam udah mau bau, gitu aja. Telor, kadang kalau lagi dikupas kadang udah bau, udah berair gitu," tutur Amilia.
Jika mendapati makanan zonk seperti itu, Amilia terpaksa mengembalikan paket makanan demi kesehatan buah hatinya.
"Ya saya pulangin ke ketuanya yang MBG, ditukar. Gitu aja," katanya.
Persoalan pangan basi ini sempat membuat distribusi di wilayahnya dihentikan sementara waktu akibat gelombang komplain masyarakat yang meradang.
"Tadinya sempat diberhentiin seminggu, diadain lagi MBG. Tapi udah laporan ke sana, mintanya yang layak. Soalnya udah berkali-kali ada yang basi. Komplainnya begitu," urai Amilia.
Berkaca dari carut-marutnya kendala logistik tersebut, Amilia menyebut mayoritas warga di daerahnya kini mulai menyuarakan opsi baru agar sistem penyaluran diubah total.
"Ya antara mendukung enggaknya ya. Tapi emang banyakan sih ya di warga penginnya sih kalau bisa MBG diuangkan aja," usulnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
