
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama hadiri PIMPASA Goes To School di SMKN 11, Selasa (14/7). (Istimewa)
JawaPos.com - Risiko keberangkatan nonprosedural ke luar negeri kini mengintai generasi muda. Mengantisipasi hal tersebut, otoritas keimigrasian bergerak cepat membekali para pelajar di Jakarta dengan pemahaman hukum agar tidak terjebak dalam sindikat perdagangan orang.
Langkah preventif ini disampaikan dalam program Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Goes To School yang digelar di SMKN 11 Jakarta, Selasa (14/7).
Agenda kolaboratif antata Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat ini difokuskan untuk membedah bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai taktik dan modus operandi yang kerap digunakan pelaku TPPO. Selain memetakan risiko bekerja di luar negeri secara ilegal, mereka juga diajarkan langkah-langkah konkret untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan terdekat.
Baca Juga:Optimalkan Penanggulangan Karhutla, Kemenhut Evaluasi Standar Personel dan Peralatan Manggala Agni
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata keterlibatan aktif Imigrasi dalam merangkul dunia pendidikan.
"Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk dan modus operandi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), risiko bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural, langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban, serta pentingnya kepedulian untuk melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran keimigrasian di lingkungan sekitar," ujar Rakha, Selasa (14/7).
Kepala SMKN 11 Jakarta Rahmat menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis yang diinisiasi oleh Kanwil Imigrasi Jakarta dan Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Pihaknya berharap edukasi ini menjadi benteng awal bagi para siswa sebelum mereka memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
"Semoga edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran para siswa terhadap bahaya TPPO dan TPPM serta pentingnya mengikuti prosedur yang resmi apabila ingin bekerja atau melanjutkan kegiatan ke luar negeri," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
