
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadiri Jakarta Twilight Soiree: Commemorating Jakarta’s 499th Anniversary di Gedung A.A. Maramis, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6). (Istimewa)
JawaPos.com - Demam final Piala Dunia 2026 tidak hanya melanda pencinta sepak bola dunia, tetapi juga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Namun, laga puncak yang mempertemukan Spanyol dan Argentina itu menyisakan cerita menggelitik bagi sang kepala daerah.
Pramono mengaku habis begadang lantaran menonton final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan spanyol vs Argentina. Namun sayang, timnas jagoannya, Argentina, harus bertekuk lutut di hadapan Spanyol. Penderitaannya makin lengkap lantaran ia menjadi sasaran ledekan sang istri yang mendukung La Roja.
"Yang terakhir, karena tadi malam Pak Gubernur juga nonton bola, udah gitu jagonya kalah lagi. Pak Gubernur jagonya Argentina, Bu Gubernur jagonya Spanyol. Udah kalah diledek-ledek lagi. Jadi ngantuk," ujar Pramono berkelakar saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (20/7).
Meskipun kecewa tim pilihannya gagal juara, Pramono Anung secara objektif mengakui keunggulan strategi dan materi pemain tim matador. Sepanjang laga, pertahanan Argentina dinilai terus digempur tanpa henti oleh pasukan muda Spanyol.
"Yang pertama pertandingannya kemarin seru banget, walaupun Spanyol dominan dan saya nonton secara keseluruhan. Memang dari materi dan juga dari strategi, kalau kemudian Argentina kalah 1-0 dengan Spanyol menurut saya pantas, karena memang hampir sebelum perpanjangan waktu pun apa ya, dikurung total. Dan memang Spanyol luar biasa, pemainnya muda-muda dan trengginas," tutur Pramono menambahkan.
Kemenangan Spanyol pada laga yang digelar Senin (20/7) waktu setempat itu dipastikan lewat gol semata wayang Ferran Torres pada babak extra time, tepatnya di menit ke-106. Hasil ini sekaligus mengubur mimpi kapten Argentina, Lionel Messi, untuk menutup karier internasionalnya dengan trofi Piala Dunia kedua.
Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Luis de la Fuente langsung mengambil alih kendali permainan. Mengandalkan umpan-umpan pendek dan kecepatan motor serangan seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Dani Olmo, dan Alex Baena, La Roja terus mendikte tempo permainan.
Lamine Yamal bahkan langsung mengancam gawang Argentina pada menit kelima memanfaatkan bola liar. Beruntung, kolaborasi lini belakang Argentina yang digalang Emiliano Martinez dan Lisandro Martinez masih mampu menyelamatkan gawang dari kebobolan prematur.
Tekanan bertubi-tubi dari sektor kanan yang dimotori Pedro Porro dan Lamine Yamal membuat Cristian Romero dan kolega dipaksa bertahan total sepanjang babak pertama. Kendati dominan, rapatnya pertahanan membuat efektivitas serangan kedua tim tergolong rendah. Hingga menit ke-27, tercatat hanya ada satu tembakan yang tercipta—rekor tembakan tersedikit dalam 25 menit awal final Piala Dunia sejak 1966.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
