Ilustrasi penembakan. (Pixabay/Antara)
JawaPos.com - Aksi heroik seorang driver ojek online (ojol) berinisial AAS berujung tragis di Jalan Pal Meriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Korban menderita luka tembak di paha kanan setelah berani menghadang komplotan maling motor yang tengah melarikan diri pada Sabtu (18/7) siang. Polsek Matraman kini tengah memburu kedua pelaku bersenjata api tersebut.
Peristiwa mencekam ini bermula saat dua pelaku yang mengenakan jaket, celana hitam, helm, serta masker menyusup ke teras rumah salah satu warga. Aksi mereka yang terekam kamera CCTV mendadak gagal setelah dipergoki oleh pemilik rumah. Saat mencoba kabur dari kepungan massa, pelaku meletuskan tembakan secara membabi buta.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Reza, menceritakan bahwa korban awalnya sedang menunggu penumpang yang sedang membeli obat di apotek sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Suasana mendadak riuh ketika teriakan "maling" menggema dari arah Pasar Palmeriam.
Mendengar teriakan tersebut, korban yang mengenakan jaket oranye spontan tergerak untuk membantu warga. AAS langsung melangkah ke tengah jalan guna menutup jalur pelarian pelaku. Naas, ia tidak menyadari bahwa salah satu pelaku sudah menggenggam senjata api.
"Terus pelaku langsung menembakan senjata api 'dor'. Saya bilang, 'Lah, ditembak, ditembak," ungkap Reza, Senin (20/7).
Peluru tajam bersarang di paha sebelah kanan korban. Akibat luka tersebut, AAS langsung terjatuh dan merintih kesakitan sambil memegangi pahanya yang bersimbah darah. Korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Saksi mata lainnya, Ningsih alias Nini, membeberkan kesaksian yang mengejutkan. Sebelum penembakan terjadi, ia mengira kegaduhan di rumah korbannya hanyalah candaan antaranggota keluarga, karena mendengar suara pintu dibanting.
Nini melihat kedua pelaku masuk bersama-sama, lalu salah satunya menunggu di luar. Saat ketahuan dan membanting pintu, pelaku justru keluar dengan gelagat yang tidak biasa.
"Menurut saya kayak bercanda ya, ketok pintu terus lari. Korban kenapa banting pintu karena dia pergokin itu maling. Tiba-tiba pelaku keluarin senjata api makanya gubrak gitu pintunya," kata Nini.
Bahkan setelah diteriaki maling, kedua pelaku melenggang pergi dengan santai sambil menenteng senjata api di tangan mereka. Warga sempat melakukan pengejaran saat pelaku memacu gas motornya ke arah Matraman.
"Saya enggak berani teriak maling takut ditembak, saya bengong saja. Dikejar sampai ke pasar, dia sempat tembakin senjata ke atas. Kalau di sini cuma nodongin saja," tambah Nini.
Kasus percobaan pencurian dengan kekerasan (curas) menggunakan senjata api ini telah ditangani oleh pihak berwajib. Aparat kepolisian bergerak cepat dengan memeriksa lokasi dan mengumpulkan bukti-bukti petunjuk.
Kapolsek Matraman, Kompol Suripno, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini dan meringkus kedua pelaku yang meresahkan tersebut.
"Warga yang menghalangi percobaan curanmor kena tembak. Olah TKP sudah kami lakukan dan saksi-saksi pendukung juga sudah kami mintai keterangan," kata Kompol Suripno, Senin (20/7).

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
