
Kasus perselisihan antara petugas keamanan (satpam) Fiktor Harefa dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berakhir damai. (Instagram)
JawaPos.com - Kasus perselisihan antara petugas keamanan (satpam) Fiktor Harefa dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan setelah menjalani proses mediasi yang difasilitasi kepolisian.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, mediasi telah mempertemukan pihak pengemudi dengan Fiktor. Hasilnya, kedua belah pihak mengakui kesalahan masing-masing dan memilih mengakhiri perselisihan tanpa melanjutkan konflik.
"Telah dilaksanakan upaya mediasi antara pihak pengendara dan saudara Victor yang merupakan petugas security. Telah disepakati bahwa persoalan perselisihan antara pengemudi dan saudara Victor diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/7).
Baca Juga:Persib Bandung Tunjuk Ahmed El Wardani sebagai Head of Scouting, Perkuat Sistem Rekrutmen Pemain
Ia menambahkan, kedua pihak juga telah saling memaafkan setelah menyadari adanya kesalahpahaman yang terjadi saat insiden berlangsung.
"Kedua belah pihak saling mengakui kesalahan dan saling memaafkan," katanya.
Sementara itu, kuasa hukum Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, menyampaikan bahwa kliennya ingin segera mengakhiri persoalan tersebut dan kembali bekerja seperti biasa.
Menurutnya, dalam mediasi yang berlangsung cukup lama itu masing-masing pihak diberi kesempatan menyampaikan kronologi dan unek-unek mereka hingga akhirnya mencapai kesepakatan damai.
"Klien kami Victor ingin cepat selesai dan melanjutkan kehidupannya seperti biasa. Sementara pengemudi dan penumpang kendaraan Alphard juga akan melanjutkan proses internal yang menurut mereka perlu diluruskan atau diselidiki," tuturnya.
Wiradarma menegaskan bahwa seluruh pihak telah menerima permintaan maaf satu sama lain. Ia menyebut insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang disertai sikap arogan secara spontan dari kedua belah pihak.
"Masing-masing telah menerima semua, mengakui bahwa ada kesalahan, ada arogansi yang terjadi pada saat itu secara spontan. Dari sisi klien kami, persoalan ini sudah selesai. Yang lalu sudah berlalu," tegasnya.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
