
Setiap harinya, sekitar 20 truk disiagakan untuk mengangkut sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sehingga penumpukan bisa terurai. (ANTARA)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi melakukan eksekusi perombakan total pada sistem pengelolaan sampah di ibu kota. Melalui kebijakan terbaru, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini disiapkan untuk hanya menampung sampah residu secara bertahap.
Langkah ini menandai pergeseran paradigma lama pengelolaan sampah di Jakarta, yang semula mengandalkan pola "angkut-buang" menjadi sistem "pilah-angkut-olah" berbasis keberlanjutan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa transformasi ini diperkuat melalui penerbitan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026. Kebijakan tersebut mewajibkan TPST Bantargebang membatasi penerimaan sampah hanya untuk kategori residu terhitung mulai 1 Agustus 2026.
"Kami mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang benar-benar mengubah pola Jakarta dalam penanganan sampah. Kalau dulu angkut buang dan ditimbun di Bantargebang, sekarang menjadi pilah, angkut, olah," ujar Pramono saat menghadiri peluncuran Gerakan Nasional Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di RDF Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (10/8).
Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh tata kelola sampah di wilayah ibu kota rampung 100 persen pada tahun 2028 mendatang.
Guna merealisasikan target zero dumping di Bantargebang, penyediaan infrastruktur terus digenjot di berbagai titik strategis, seperti Bantargebang, Tanjung Priok, Sunter, hingga Rorotan melalui pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF).
"Kalau sesuai dengan perencanaan, neraca sampah di tahun 2028 akan terselesaikan dan menjadi zero dumping yang ada di Bantargebang," tegas Pramono.
Sejauh ini, tingkat kesadaran warga dalam memilah sampah rumah tangga terus membaik. Berdasarkan data Pemprov DKI per awal Agustus 2026, persentase pemilahan sampah di tingkat masyarakat telah menyentuh angka 23,14 persen.
Untuk menopang alur pengolahan dari hulu ke hilir, Jakarta saat ini diperkuat oleh 8.615 fasilitas pendukung pengelolaan sampah, 2.247 unit bank sampah aktif dan 31 TPS 3R yang terus dikembangkan menjadi fasilitas pemrosesan bernilai tambah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022