
Warga Jagabaya, Parung Panjang, memblokade jalan dengan batu dan membakar ban akibat truk tambang masih beroperasi dan menimbulkan polusi. (istimewa)
JawaPos.com - Warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali melakukan aksi protes setelah truk tambang masih terlihat melintas di jalan utama. Keresahan warga memuncak hingga berujung pada aksi pembakaran ban dan pemblokiran jalan dengan menggunakan tumpukan batu.
Aksi tersebut berlangsung di wilayah Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, sekitar pukul 20.30 WIB, tadi malam, Rabu (12/8). Warga turun ke jalan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan mereka terhadap aktivitas truk tambang yang dinilai tetap berlangsung meski pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberlakukan pemberhentian aktivitas pertambangan di kawasan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Keberadaan truk-truk berukuran besar, menjadi salah satu persoalan yang selalu dikeluhkan warga Parung Panjang dan sekitarnya. Selain mengganggu arus lalu lintas, kendaraan berat tersebut dinilai membuat polusi yang berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat.
Kemarahan warga semakin memuncak karena aktivitas kendaraan tambang masih berlangsung ketika sejumlah ruas jalan di wilayah Jagabaya Parung Panjang sedang diperbaiki. Warga mempertanyakan pengawasan pemerintah daerah dan aparat terhadap kendaraan truk tambang yang dibiarkan tetap melintas di kawasan tersebut.
“Ini sudah gila, jalan diperbaiki tapi truk dibiarkan melintas. Sudah konslet mereka,” kata seorang warga Jagabaya yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka menilai persoalan truk tambang di Parung Panjang belum mendapatkan penanganan yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Setorannya terlalu kuat kali, makanya mereka masih tutup mata dan telinga,” ujar Reka, warga Parung Panjang lainnya dengan nada emosi.
Warga lainnya juga menyampaikan keberatan terhadap situasi yang mereka hadapi. Mereka berharap persoalan truk tambang tidak hanya ditangani ketika terjadi aksi protes, tetapi mendapat pengawasan secara rutin dan adanya penegakan aturan dilakukan secara konsisten.
“Ini sudah sangat mengganggu warga, debunya parah. Kami butuh ketenangan dan kenyamanan,” ungkap warga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
