Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 15.36 WIB

Demo BEM UI Hari Ini: Pertanyakan Esensi Kemerdekaan di Tengah Krisis

Aksi Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Aksi Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sehari usai peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, BEM UI bersama 15 BEM Fakultas dan 25 organisasi aliansi menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8) mulai pukul 13.00 WIB. 

Mengusung tagar #MerebutKemerdekaan, massa akan mengepung jantung ibu kota untuk mempertanyakan esensi perayaan kemerdekaan di tengah krisis kedaulatan, ekonomi, dan keadilan hukum.

Aksi damai ini dipicu oleh kegelisahan aliansi mahasiswa terhadap tata kelola pemerintahan yang dinilai kian melenceng dari cita-cita awal pendirian republik.

Pertanyakan Makna Kemerdekaan dan Sentil Pemerintah

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menyoroti kontradiksi antara seremoni tahunan negara dengan realitas kesejahteraan rakyat saat ini. Ia menegaskan, Republik Indonesia didirikan untuk menegaskan bahwa negara merupakan milik seluruh rakyat. Bukan penguasa ataupun pengusaha.

"Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan dan memilih jalan republik: negara yang bukan milik penguasa, bukan milik pengusaha, melainkan milik seluruh rakyat," ujarnya dikutip Selasa (18/8).

Namun, kata Athof, kondisi saat ini membuat masyarakat kembali mempertanyakan esensi dari kemerdekaan.

"Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?," katanya.

Ia menegaskan, kondisi sosial-politik Indonesia saat ini mengalami krisis kedaulatan yang nyata, mulai dari perjanjian dagang yang tunduk pada asing hingga pembungkaman suara kritis sipil.

"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya. Republik yang dijanjikan berdaulat, adil, dan makmur, kini justru direduksi jadi slogan tahunan tanpa substansi," sambungnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore