Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2026 | 23.13 WIB

Stasiun Karet Dialihkan ke BNI City, Keluhan Pengguna: Jalannya Jauh

Sejumlah penumpang KRL berjalan kaki di samping Stasiun KRL Karet, Jakarta, Selasa (01/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Penutupan sementara Stasiun Karet dan pengalihan operasional penumpang ke Stasiun BNI City yang dimulai hari ini Selasa (1/9) memicu respons beragam.

Di satu sisi, langkah integrasi ini disambut baik pengguna jalan karena berpotensi memurai kemacetan kronis di perlintasan sebidang KH Mas Mansyur. Namun di sisi lain, fasilitas aksesibilitas yang minim di lokasi baru memaksa para pengguna menguras tenaga ekstra.

Pengalihan total aktivitas naik-turun penumpang ini merupakan bagian dari proyek integrasi Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.

Fasilitas Tangga Manual Dikeluhkan Penumpang

Kendati bangunan Stasiun BNI City tampak megah, kenyataan di lapangan justru menyisakan keluhan bagi sebagian pengguna kereta. Ketiadaan fasilitas eskalator menuju area pintu keluar ke arah Jalan KH Mas Mansyur memaksa penumpang mengandalkan tangga manual.

Kondisi diperparah dengan keberadaan lift prioritas yang kapasitasnya sangat terbatas sehingga tidak mampu mengurai antrean dan kepadatan penumpang di jam sibuk.

Akibatnya, penumpang KRL yang tiba di Peron 1 dari arah Stasiun Manggarai harus berjalan memutar dan memanjat anak tangga ekstra untuk mencapai akses keluar. Hal ini dikeluhkan seorang pengguna, Bara, 35.

"Selain itu peronnya juga lebih kecil, sempit kalau di jam-jam sibuk," ujar Bara.

Ia menceritakan, saat Stasiun Karet masih beroperasi penuh, ia hanya perlu berjalan singkat ke pintu keluar. Apalagi, keberadaan kantornya cukup jauh dari stasiun BNI City.

"Jalannya lumayan jauh, apalagi kantor saya arahnya lebih deket dari karet," ungkapnya.

Diharapkan Kemacetan Berkurang

Bagi para pengguna jalan raya, penutupan akses perlintasan sebidang di Jalan KH Mas Mansyur dinilai sebagai keputusan tepat. Jalur tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan parah di kawasan pusat Jakarta, bahkan kerap memicu insiden berbahaya.

Reza, 27, seorang pengendara sepeda motor yang kerap melintas di kawasan tersebut, menilai kebijakan ini membawa angin segar bagi kelancaran lalu lintas di sekitar Thamrin dan KH Mas Mansyur.

"Mudah-mudahan jadi gak macet sekitar sini. Karena bisa bikin macet sampai ke dekat Thamrin itu ngularnya," ungkap Reza.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore