
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ade Suherman. (Istimewa)
JawaPos.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ade Suherman, S.Kom., mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan retribusi pedagang di kawasan Pasar Kramat Jati selama enam bulan.
Ade menilai kebijakan tersebut dapat meringankan beban pedagang sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk beradaptasi setelah penataan kawasan. Ia berharap kebijakan serupa dapat diterapkan di pasar-pasar lain di Jakarta yang memiliki persoalan serupa.
“Saya mengapresiasi langkah Pemprov DKI memberikan pembebasan retribusi selama enam bulan bagi pedagang Kramat Jati. Ini bentuk keberpihakan yang baik kepada masyarakat. Kalau kebijakan ini efektif, saya kira layak diduplikasi di pasar-pasar lainnya,” kata Ade Suherman lewat keterangannya, Kamis (3/9).
Baca Juga:Perjalanan Cinta Audi Marissa- Anthony Xie: Cinlok, Dilamar di Las Vegas, Lahir Gugatan Cerai
Menurut Ade, masa bebas retribusi juga seharusnya dimanfaatkan pemerintah untuk memastikan aktivitas perdagangan di lokasi baru benar-benar hidup. Penataan, kata dia, jangan hanya berorientasi pada pemindahan pedagang, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha mereka.
“Jangan sampai pedagang sudah dipindahkan dan retribusinya gratis, tetapi pembelinya tidak ada. Yang harus kita pastikan adalah pedagang bisa kembali mendapatkan omzet dan usahanya berkembang,” ujarnya.
Ade kemudian meminta Gubernur DKI Jakarta memberikan perhatian terhadap keberadaan Lokasi Binaan (Lokbin) dan Lokasi Sementara (Loksem) yang selama ini belum optimal dimanfaatkan.
Ia menilai masih terdapat fasilitas yang dibangun pemerintah namun belum memberikan manfaat maksimal bagi pelaku UMKM. Kondisi tersebut menurutnya perlu segera dievaluasi agar aset dan fasilitas yang telah tersedia tidak menjadi ruang yang terbengkalai.
“Jakarta sebenarnya sudah memiliki banyak Lokbin dan Loksem. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran pemerintah justru tidak optimal, sementara di sisi lain masih banyak UMKM yang membutuhkan tempat usaha,” kata Ade.
Minta Koordinasi PPKUKM dan Wali Kota Diperkuat
Ade menilai persoalan optimalisasi Lokbin dan Loksem tidak semata-mata berkaitan dengan fasilitas fisik. Salah satu hal yang perlu dibenahi adalah koordinasi antara perangkat daerah, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) dengan pemerintah kota.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
