Peserta mengikuti Pawai Defile 17 pusat perbelanjaan anggota APPBI DPD DKI Jakarta saat Car Free Day (CFD) dari Thamrin City menuju Bundaran HI dan kembali ke Thamrin City, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
JawaPos.com - Car Free Day (CFD) di Jakarta memasuki usia ke-24 tahun dan dinilai semakin relevan untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan, terutama kemacetan, pencemaran udara, keterbatasan ruang publik, hingga ancaman perubahan iklim.
Inisiator CFD sekaligus Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, CFD seharusnya tidak dipandang sekadar kegiatan rekreasi mingguan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan instrumen untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus transformasi sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan.
“Sesungguhnya CFD bukanlah kegiatan rekreasi mingguan, melainkan instrumen untuk solusi menghadapi tantangan perkotaan di atas,” ujar Safrudin, Senin (28/9).
Ia memaparkan, Jakarta masih menghadapi sejumlah persoalan perkotaan yang kompleks. Kemacetan kronis ditandai dengan kecepatan lalu lintas rata-rata hanya 14 kilometer per jam, sementara kondisi ideal berada di angka 40 kilometer per jam.
Di sisi lain, pencemaran udara juga masih menjadi persoalan. Rata-rata tahunan konsentrasi paparan PM2.5 disebut masih berada di atas 45 µg/m3, sedangkan baku mutu udara ambien PM2.5 berada di angka 15 µg/m3.
“Ruang publik tergerus komersialisasi lahan, agregat emisi CO2 kendaraan bermotor mencapai 101,2 juta ton per tahun; angka nasional 300,3 juta ton per tahun,” kata Safrudin mengutip data KPBB 2026.
Menurut Safrudin, CFD yang telah berlangsung selama 24 tahun perlu diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor pribadi. Perubahan gaya hidup itu dapat dilakukan dengan mendorong budaya berjalan kaki, bersepeda, serta menggunakan angkutan umum massal dalam aktivitas sehari-hari.
Mulai dari perjalanan ke tempat kerja, sekolah, pasar, tempat ibadah, hingga lokasi rekreasi. Jika perubahan tersebut dilakukan secara masif, dia menilai beban kemacetan, pencemaran udara, dan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), dapat ditekan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022