Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 22.50 WIB

24 Tahun CFD Jakarta, Jawab Tantangan Persoalan Kota dari Kemacetan hingga Kualitas Udara

Peserta mengikuti Pawai Defile 17 pusat perbelanjaan anggota APPBI DPD DKI Jakarta saat Car Free Day (CFD) dari Thamrin City menuju Bundaran HI dan kembali ke Thamrin City, Jakarta, Minggu (21/6/2026).

JawaPos.com - Car Free Day (CFD) di Jakarta memasuki usia ke-24 tahun dan dinilai semakin relevan untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan, terutama kemacetan, pencemaran udara, keterbatasan ruang publik, hingga ancaman perubahan iklim.

Inisiator CFD sekaligus Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, CFD seharusnya tidak dipandang sekadar kegiatan rekreasi mingguan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan instrumen untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus transformasi sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

“Sesungguhnya CFD bukanlah kegiatan rekreasi mingguan, melainkan instrumen untuk solusi menghadapi tantangan perkotaan di atas,” ujar Safrudin, Senin (28/9).

Ia memaparkan, Jakarta masih menghadapi sejumlah persoalan perkotaan yang kompleks. Kemacetan kronis ditandai dengan kecepatan lalu lintas rata-rata hanya 14 kilometer per jam, sementara kondisi ideal berada di angka 40 kilometer per jam.

Di sisi lain, pencemaran udara juga masih menjadi persoalan. Rata-rata tahunan konsentrasi paparan PM2.5 disebut masih berada di atas 45 µg/m3, sedangkan baku mutu udara ambien PM2.5 berada di angka 15 µg/m3.

“Ruang publik tergerus komersialisasi lahan, agregat emisi CO2 kendaraan bermotor mencapai 101,2 juta ton per tahun; angka nasional 300,3 juta ton per tahun,” kata Safrudin mengutip data KPBB 2026.

Menurut Safrudin, CFD yang telah berlangsung selama 24 tahun perlu diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor pribadi. Perubahan gaya hidup itu dapat dilakukan dengan mendorong budaya berjalan kaki, bersepeda, serta menggunakan angkutan umum massal dalam aktivitas sehari-hari.

Mulai dari perjalanan ke tempat kerja, sekolah, pasar, tempat ibadah, hingga lokasi rekreasi. Jika perubahan tersebut dilakukan secara masif, dia menilai beban kemacetan, pencemaran udara, dan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), dapat ditekan.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore