Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 15.35 WIB

Titik Macet di Jakarta Tembus 50 Ruas Jalan, 2 Wilayah Paling Parah

Suasana kemacetan lalu-lintas di Bawah Stasiun LRT Jabodebek Pancoran, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Suasana kemacetan lalu-lintas di Bawah Stasiun LRT Jabodebek Pancoran, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengidentifikasi sebanyak 50 ruas jalan utama di Ibu Kota masuk dalam kategori heavy traffic atau berlalu lintas sangat padat sepanjang Triwulan III Tahun 2026.

Dari puluhan jalan tersebut, mayoritas titik kepadatan kendaraan menumpuk di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan, titik kemacetan utama di Jakarta sebenarnya bersifat dinamis mengikuti fluktuasi arus kendaraan harian.

Namun, observasi pada jam-jam sibuk mengonfirmasi tingginya beban jalan di sejumlah koridor vital.

"Telah teridentifikasi terdapat 50 ruas jalan heavy traffic pada Triwulan III Tahun 2026 dengan total volume rata-rata sebesar 425.741 smp/jam dan rata-rata Volume/Capacity Ratio (VCR) sebesar 0,84, yang mayoritas kepadatan lalu lintas berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat," ujar Budi kepada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.

Deretan Koridor Padat dan Penyebab Utama Kemacetan

Foto udara terlihat kemacetan lalu lintas di Simpang Susun Semanggi, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Beberapa koridor jalan utama yang tercatat mengalami kepadatan tinggi antara lain ruas jalan Pintu Besar Selatan sampai dengan jalan Fatmawati Raya, Jalan Ahmad Yani hingga Jalan D.I. Panjaitan, Jalan T.B. Simatupang hingga jalan Kalimalang, dan Koridor Jalan S.Parman hingga Jalan MT Haryono.

Selain pertumbuhan jumlah kendaraan yang mencapai kisaran 4 persen per tahun dan memicu pergerakan hingga 16,31 juta perjalanan per hari, pemicu utama kemacetan jaringan jalan adalah adanya proyek konstruksi.

Pada Triwulan III 2026, tercatat sekitar 269,4 km ruas jalan terdampak okupansi pekerjaan konstruksi. Meski begitu, angka ini menunjukkan penurunan ketimbang tahun 2025 yang sempat menyentuh 283,8 km, sehingga diharapkan dapat memberikan ruang perbaikan arus lalu lintas.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore