Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Oktober 2026 | 23.20 WIB

Ricuh Aksi Demo Pendidikan Gratis LMND di DPR, Satu Mahasiswa Terluka

Seorang mahasiswa menjadi korban saat bentrokan antara massa aksi demonstrasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dengan aparat kepolisian di depan Gedung DPR RI, Senin (5/10). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Seorang mahasiswa menjadi korban saat bentrokan antara massa aksi demonstrasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dengan aparat kepolisian di depan Gedung DPR RI, Senin (5/10). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi demonstrasi yang digelar Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di depan Gedung DPR RI diwarnai ricuh setelah massa melakukan pembakaran ban, Senin (5/10).

Kericuhan tersebut mengakibatkan aksi saling dorong dengan aparat kepolisian hingga menyebabkan seorang peserta aksi mengalami luka di bagian wajah.

Pada awalnya, unjuk rasa yang menyuarakan aspirasi masyarakat ini berlangsung kondusif.

Sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Bahkan, delegasi peserta aksi sempat diterima masuk ke dalam Gedung DPR RI untuk menyalurkan tuntutan mereka secara langsung.

Situasi mulai memanas saat massa aksi membakar ban di depan gedung DPR. Petugas kepolisian yang bersiaga di lokasi langsung memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Tindakan pemadaman tersebut memicu protes dari peserta aksi. Ketegangan berlanjut menjadi percekcokan verbal hingga berujung pada aksi saling dorong antara massa dan aparat keamanan.

Di tengah kekacauan tersebut, kepolisian berupaya mengamankan beberapa orang peserta aksi. Upaya pengamanan itu mendapat perlawanan dari massa hingga mengakibatkan satu orang mengalami luka di area wajah.

Di tengah ketegangan yang terjadi, orator dari atas mobil komando menyerukan agar aparat menghentikan tindakan represif dan mengizinkan aksi kembali berjalan damai. Peserta aksi menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk mendukung agenda pendidikan nasional.

"Kami di sini mendukung program Presiden Prabowo untuk gratiskan pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi. Kalau polisi represif, artinya sama saja dengan polisi tidak mendukung program Presiden Prabowo," seru salah satu massa aksi di lokasi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore