
Buya Syafii Maarif saat di UMY, Jumat (1/3).
JawaPos.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif prihatin dengan kondisi politik jelang Pemilu April mendatang. Pasalnya penyelenggaraan Pemilu diliputi pemberitaan tidak benar di media sosial, postingan ujaran kebencian hingga ada yang membawa-bawa agama ke dalam Pemilu.
"Agama dijadikan sebagai senjata politik, menyeret Tuhan ke dalam kebencian serta politik kotor pemilu. Ini sangat memprihatinkan dan sangat disesalkan," kata pria yang akrab disapa Buya Syafii itu, di sela bedah buku karyanya berjudul Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (1/3).
Buya juga menanggapi terkait puisi Neno Warisman saat Munajat 212 di Monas beberapa waktu lalu. Ia menyebut puisi itu biadab. "Itu puisi biadab, dalam bahasa Persia bi tidak dan adab tata krama, sopan santun. Dia membawa Tuhan ke Pemilu kan biadab," katanya.
Buya juga mengatakan, Neno tidak paham mengenai agama. Meski yang bersangkutan memakai jilbab, namun itu tidak menjadi jaminan. "Hanya pakai jilbab itu bukan jaminan dia ngerti agama," ucapnya.
Puisi Neno Warisman, dikatakannya memang doa Perang Badar. Saat tentara Islam 300 pasukan melawan tentara Quraisy yang berjumlah 200 ribu. Kemenangan tentara yang minoritas itu menang karena kualitasnya.
"Nabi berdoa waktu itu. Kalau kami kalah ya Allah mungkin tidak ada orang yang menyembah-Mu. Ini konteksnya itu, apakah Jokowi itu kafir, ya tidak to," katanya.
Lanjut Buya, masyarakat Indonesia diharapkan untuk sabar dalam berdemokrasi dengan menjaga persatuan bangsa dan negara. Pemilu hanya 5 tahun sekali, jangan sampai Indonesia menjadi hancur.
"Jangan terlalu serius menyikapi tahun politik ini apalagi jika hanya karena berbeda pilihan. Banyaknya berita hoax hingga ujaran kebencian dalam berpolitik ini mengartikan peradaban sedang merosot. Jangan terlalu serius lah, demokrasi itu melatih kita untuk bersabar," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
