JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pemasaran Secara Online, Helm 'Trooper' Oki Tembus Pasar Mancanegara

05 Desember 2018, 20:05:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Helm Retro
HELM RETRO: Oki Nandiwardana, 29, menunjukkan helm retro yang diproduksinya saat ditemui JawaPos.com, di tempat kerjanya, Rabu (5/12). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

Semakin hari peminat helm retro 'Trooper' buatan Oki semakin bertambah. Pemasaran tidak hanya di lingkup dalam negeri saja. Tetapi juga masuk ke mancanegara. Sejumlah komunitas motor mulai memesan helm 'Trooper'. Mulai dari Amerika, Eropa dan Asia.

Ari Purnomo, Solo

JawaPos.com - Bisnis yang digeluti Oki terus berkembang. Untuk melayani pesanan dari pelanggan, Oki pun mempekerjakan sebelas karyawan. Mereka dibagi untuk menangani sejumlah bidang. Mulai dari pemasaran, desain, pengecatan, interior helm dan yang lainnya.

Helm Retro
Dengan pemasaran secara online, peminat helm retronya jelas tidak hanya dari dalam lokal Indonesia saja. Sampai sekarang sudah banyak pecinta otomotif dari berbagai negara yang memesan helm retronya. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Dengan jumlah karyawan tersebut dalam sebulan, Oki bisa memproduksi 40 sampai dengan 50 helm. 
Pesanan itu berasal dari berbagai daerah. Mulai dari dalam negeri sampai dari luar negeri. "Kalau dari dalam negeri yang terbanyak adalah Jawa Barat, Bandung. Lalu ada dari Bali, dan juga dari berbagai daerah lainnya," terang Oki kepada JawaPos.com, Rabu (5/12).

Dengan pemasaran secara online, peminat helm retronya jelas tidak hanya dari dalam lokal Indonesia saja. Sampai sekarang sudah banyak pecinta otomotif dari berbagai negara yang memesan helm retro di tempatnya.

Biasanya, para pemesan tersebut akan memberikan contoh kostum helm yang diinginkannya. Untuk melayani pemesanan dan mengembangkan model helm retronya, Oki banyak mencari contoh di internet. Selanjutnya dia desain sendiri dan disesuaikan dengan ide kreatifnya. 

"Kalau saya biasa ambil contoh dari Google, biasanya helm buatan Jepang. Untuk pasar mancanegara yang sudah memesan ada dari Amerika, Turki, Jerman dan juga Malaysia," terangnya.

Tetapi, untuk harganya tentu tidaklah sama dengan membeli di tempat langsung. Terutama helm yang akan dikirimkan ke luar negeri. Harganya bisa mencapai Rp 3 juta dari harga yang awalnya hanya Rp 600 ribu sampai Rp 1,4 juta. Perbedaan harga ini disebabkan karena mahalnya biaya pengiriman ke luar negeri. 

Oki mengatakan, selama ini para pelanggannya cukup puas dengan hasil kreasinya tersebut. Baik itu mengenai kualitas dan finishing helmnya. Meski begitu, Oki tidak lantas mudah berpuas diri. Menurutnya, masih banyak yang perlu diperbaiki lagi dalam pembuatan helmnya.

"Sampai sekarang pun saya terus berusaha untuk menyempurnakan produk kami, mulai dari materialnya, pengecetannya dan juga yang lainnya," pungkasnya. (Bersambung)

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up