JawaPos Radar | Iklan Jitu

Truk Alami Kelebihan Muatan Diduga Jadi Penyebab Awal Laka N.H. Dini

05 Desember 2018, 22:25:55 WIB
Truk Terguling
ILUSTRASI: Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang menduga truk yang menabrak mobil tumpangan N.H. Dini mengalami kelebihan muatan. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang menduga truk yang menabrak mobil tumpangan N.H. Dini mengalami kelebihan muatan. Hal itu diketahui dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap sang sopir, Gilang Septian, 28.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, olah TKP yang dilangsungkan di ruas Tol Tembalang KM 10, mendapati temuan bahwa truk bernopol AD 1536 JU mengalami kelebihan muatan. Bawang putih di bak truk diketahui bobotnya 7,5 ton. "Pada dokumen KIR hanya memperbolehkan lima ton saja," jelas Ardi, Rabu (5/12).

Kelebihan muatan 2,5 ton itu, lanjutnya, diduga menyebabkan truk tak mampu menanjak. Pengemudinya sempat menepikan kendaraannya di lajur kiri jalan. Namun, saat hendak melanjutkan perjalanan kembali, truk malah bergerak mundur.

Saat itu, pengemudi tak bisa mengontrol karena as roda kendaraan terlanjur patah. Rem pun menjadi tidak berfungsi. "Transmisi juga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan mengingat sudah putus kopelnya sehingga laju kendaraan menjadi liar," sambung Kasatlantas.

Sedangkan dari pengakuan Gilang, dirinya sempat mencoba mengarahkan truk yang bergerak mundur itu ke kiri jalan. Namun apa daya, upayanya gagal karena sumbu depan dan belakang truk tersebut justru mengarah ke kanan karena tak imbang.

Kata Ardi, truk bergerak mundur sejauh 200 meter sebelum menabrak mobil yang ditumpangi N.H. Dini. Yang melaju di lajur kanan jalan. Kecepatannya, sebenarnya tak terlalu tinggi, hanya saja sopir mobil telat menyadari bahwa truk berjalan mundur. "Sehingga sangat sulit mengantisipasi dan terjadi tabrakan," katanya lagi.

Terkait langkah penyidikan selanjutnya, Ardi berencana berkoordinasi dengan pihak Jasamarga. Terutama dalam melengkapi data dari forum lalu lintas soal sudut tangen tanjakan di KM 10 Tol Tembalang. 

Data itu nantinya akan disamakan dengan data spesifikasi kendaraan yang digunakan untuk pengangkut tadi. Apakah kendaraan dengan spesifikasi mesin dan bebean seberat itu, mampu melintasi tanjakan dengan sudut tangen tersebut. "Dari pemilik kendaraan juga akan kami minta data perawatan berkalanya," lanjutnya.

Mengenai ada tidaknya tersangka dalam peristiwa tersebut, masih harus melakukan pemeriksaan. "Ini kami masih memeriksa sopir truknya juga, jika memang ditemukan bukti kuat maka akan ditetapkan sebagai tersangka," tutup Ardi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa (4/12) sekitar pukul 11.15 wib. Dua korban, Suparjo, sopir mobil beserta penumpang, Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau lebih dikenal dengan nama N.H. Dini langsung dilarikan ke RS Elisabeth. Nahas, nyawa NH Dini tak tertolong setelah mengalami luka di bagian kaki dan kepala.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini