
KORBAN JIWA: Jenazah Herjuno Darpito, salah seorang korban pesawat Lion Air JT-610 tiba di rumah duka, pada Rabu (7/11).
JawaPos.com – Jenazah Herjuno Darpito tiba di rumah duka di Dusun Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul Rabu (7/11) sekitar pukul 15.35 WIB. Herjuno merupakan salah seorang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di kawasan perairan Karawang, Senin (29/10) pagi.
Terakhir pada 6 Oktober lalu, Herjuno pulang ke rumahnya di Gunungkidul. Bertemu dengan keluarga dan kerabat dekatnya. Tak disangka, ia menjadi salah seorang penumpang dalam kecelakaan pesawat nahas itu pada akhir bulan kemarin.
Keluarga dan kerabat dekat yang menunggui jenazahnya di rumah duka itu pun menyambutnya dengan isak tangis. Harapan-harapan disampaikan oleh pihak keluarga, agar kejadian seperti ini tak kembali terulang.
"Komunikasi terakhir pada 6 Oktober lalu, saat (Herjuno) pulang ke Playen. Yang jelas, kami inginkan semua perusahaan penerbangan jangan main-main dengan nyawa," kata adik ipar dari Herjuno, Heri Pujiono, di rumah duka, Rabu (7/11).
Jangan sampai, perusahaan penerbangan keselamatannya tak sesuai standar. Dari sisi petugas pun, dikatakan Heri, setiap melaksanakan tugas dengan hati nuraninya. "Jangan sampai hanya mengejar target pendapatan. Sehingga merugikan orang lain," katanya.
Seusai peristiwa nahas itu, ia sempat beberapa hari di Jakarta. Untuk mendampingi mendapatkan kejelasan mengenai keberadaan jenazah Herjuno Darpito.
Pada Selasa (6/11) sore, pihak keluarga pun baru mendapatkan kejelasannya dari petugas berwenang. Bahwa identitas Herjuno diketahui setelah dilakukan identifikasi Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). "Kepastiannya kemarin sore, dari identifikasi melalui DNA di rumah sakit Polri," katanya.
Setelah mendapatkan kepastian itu, jenazah kemudian langsung disemayamkan di rumahnya daerah Tangerang terlebih dahulu. Kemudian Rabu (7/11) dibawa ke rumah asalnya di Kecamatan Playen untuk dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jamburejo, Desa Bandung, Kecamatan Playen.
Setelah tiba pukul 15.35 WIB, beberapa menit dari keluarga, kerabat dekat, maupun para tetangganya menyolatkannya. Tak berselang lama, jenazah itu pun dikebumikan.
Herjuno merupakan anak dari pasangan Marwandi, 74, dan Masiyah, 67. Ia selama ini bekerja sebagai Deputi General Manager Operasi dan Teknik Cabang Pelabuhan Pangkal Pinang.
Nugroho Iwan Prasetyanto, General Manager Cabang Pelabuhan Pangkal Pinang mengatakan, Herjuno merupakan salah seorang putra terbaik di perusahaan. "Kami sangat kehilangan, keluarga juga lebih kehilangan. Kami semua bersaksi bahwa beliau orang yang sangat baik bekerja, kinerjanya sangat baik. Beliau sudah 24 tahun bertugas," ucapnya

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
