JawaPos Radar

Sebelum Nikahi Pemuda Kuningan, Mahasiswi Amerika Jadi Mualaf

07/11/2018, 16:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Sebelum Nikahi Pemuda Kuningan, Mahasiswi Amerika Jadi Mualaf
Ashley Marie Powell mengucapkan syahadat di Kantor KUA Kecamatan Kuningan. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Pasagan unik lintas negara terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ashley Marie Powell asal Amerika Serikat dan Ra’i, warga Kuningan, saling jatuh cinta. Ashley sudah bulat akan menikah Desember nanti dengan pemuda yang dicintainya.

Selasa siang (6/11) suasana di kantor KUA Kecamatan Kuningan yang berada di Jalan RE Martadinata relatif sepi. Tak banyak masyarakat yang datang ke kantor tersebut. Halaman parkir yang cukup luas hanya terisi beberapa kendaraan roda dua dan empat.

Di dalam kantor, terlihat beberapa pegawai KUA sibuk dengan pekerjaannya. Tapi, tak berapa lama, satu unit mobil memasuki halaman kantor KUA. Penumpang yang berada di dalam mobil segera turun.

Dari beberapa penumpang, tampak sosok perempuan berwajah bule ikut serta. Wanita itu mengenakan jilbab putih dan baju berwarna biru. Sedangkan si lelaki memakai kemeja warna merah muda.

Pasangan ini bergegas menuju aula milik KUA Kecamatan Kuningan. Di aula sudah menunggu Kepala KUA Kecamatan Kuningan, Diding Rosidin.

Setelah menyampaikan niatannya, prosesi pengucapan kalimat syahadat berlangsung. Rupanya wanita bule itu sudah berniat masuk Islam. Hal yang dia lakukan sebelum menikah dengan Ra’i.

Karena tekadnya sudah bulat, Ashley pun sengaja datang dari Amerika menemui kekasihnya. “Rencananya perempuan (Ashley, Red) mau menikah dengan orang Kuningan, tapi persyaratan belum diperlihatkan. Kalau menikahnya orang asing itu ada persyaratan khusus, sesuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2017,” terang Diding kepada Radar Kuningan (Jawa Pos Group).

Menurut Diding, persyaratan yang harus dipersiapkan itu biasanya kelengkapan dokumen dari KBRI seperti visa dan paspor, lalu surat model NA yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tapi saat ini pihak perempuan telah mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai awal persyaratan dalam pernikahan di Indonesia.

“Tadi (kemarin, Red) langsung melakukan pembinaan terhadap calon mualaf. Rencananya mereka mau nikah di Kuningan. Calon istrinya asal Amerika. Persyaratan sudah ada, tapi belum daftar ke sini, namun persyaratan itu kan harus masuk Islam. Tapi tadi sudah ikrar dan disaksikan para tokoh agama juga dari orang tua laki-laki,” ungkapnya.

Seperti yang diketahuinya, kata Diding, Ra’i berencana menikahi Ashley di Kuningan. Namun sebelum rencana itu dilakukan, Ashley terlebih dulu harus berpindah keyakinan untuk memeluk agama Islam. Calon istri Ra’i yang berkebangsaan Amerika kelahiran 1999 itu kini masih berstatus sebagai mahasiswi.

Selasa (6/11), prosesi pembacaan kalimat syahadat itu juga disaksikan Ra’i dan keluarganya. Dijelaskan Diding, hal utama yang harus dijalankan yakni dengan menunaikan lima rukun Islam.

“Terutama rukun Islam yang harus dilaksanakan yakni syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji. Setelah dijelaskan, langsung prosesi masuk Islam. Dia lalu membaca dua kalimat syahadat di hadapan para saksi dan ketua MUI Kecamatan Kuningan. Setelah itu, langsung menandatangani berita acara dan selanjutnya dibawa ke Badan Mualif ke Kemenag Kabupaten Kuningan,” jelas dia.

Usai prosesi pembacaan syahadat, Diding menyerahkan alat salat, buku tuntunan salat, buku Iqra, serta yang lainnya kepada Ashley. Dia mengaku senang bisa membantu warga asing masuk Islam.

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Pembacaan syahadat juga tanpa hambatan. Nantinya Ashley yang baru menjadi mualaf akan terus dibina oleh MUI Kabupaten Kuningan dan juga Baznas,” pungkasnya.

(yuz/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up