JawaPos Radar | Iklan Jitu

Anak Buah SBY Pastikan Reuni 212 Tak Berkaitan Dengan Pilpres

07 Desember 2018, 22:48:39 WIB | Editor: Budi Warsito
Anak Buah SBY Pastikan Reuni 212 Tak Berkaitan Dengan Pilpres
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca IP Panjaitan XIII saat berada di Medan. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca IP Panjaitan XIII ikut membantah reuni 212 beberapa waktu yang lalu sempat diwacanakan beririsan dengan salah satu calon presiden.

Kata Hinca, tidak ada relevansi antara Reuni 212 dengan Pilpres mendatang. Karena Reuni 212 dianggapnya peristiwa sejarah dimana umat Islam bisa berkumpul dan bersilaturahmi.

"Tidak relevan menarik-narik pertemuan di Monas dengan Pilpres. Karena di Pilpres ada aturan mainnya. Sedangkan kemarin itu tidak ada membawa simbol-simbol kampanye," ujarnya di Kota Medan, Jumat (7/12).

Dia beralasan, secara aturan kampanye punya banyak persyaratan. Mulai dari pasangan Capres, simbol, alat peraga kampanye dan ajakan untuk memilih.

"Kalaupun ada, baru Pak Prabowo seorang diri. Dan dia tidak ada mengajak untuk memilih. Kalau satu unsur itu tidak terpenuhi, bukan kampanye. Simpel saja," ujar laki lekai kelahiran Sumut itu.

Karenanya, dia juga kesal kenapa sejumlah media tidak memberitakan Reuni 212. Karena dari sisi jurnalistik, kejadian itu sangat layak menjadi pemberitaan.

"Siapapun yang ditanya baik mahasiswa maupun dosen, pasti akan mengatakan peristiwa yang di Monas layak untuk diberitakan bahkan dimuat di halaman satu. Sebagai mantan dewan pers saya kecewa aksi reuni 212 tidak diliput media," imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Arifin Saleh Siregar bertolak belakang dengan Hinca. Dia tidak sepakat jika Reuni 212 tidak berkaitan dengan Pilpres. Meskipun tidak ada simbol-simbol yang mengarah ke arah politik secara gamblang. "Kita harus melihat secara tersirat. Karena politik itu ada yang tersurat dan ada yang tersirat," ungkapnya.

Lebih jauh lagi Arifin mengatakan, publik juga bisa menilai, aksi reuni 212 juga berkaitan dengan kondisi politik saat ini. "Masyarakat harus bisa membaca arah, tren, tanda-tanda, dan simbol-simbol. Meskipun para peserta aksi pastinya tidak sepakat jika dikatakan aksi itu berkaitan dengan Pilpres," tandasnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up