JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kejar Pelaku Pembantaian di Papua, Polri: Tak Ada Istilah Hidup-Mati

07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
Kadiv Humas Polri Brigjen M Iqbal
Kadiv Humas Polri Brigjen M Iqbal saat ditemui di Mapolda DIJ, Jumat (7/12). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com Kepolisian Republik Indonesia menegaskan akan melakukan upaya paksa dalam menangkap pelaku pembantaian pekerja proyek di Kabupaten Nduga, Papua. Tanpa memakai istilah hidup atau mati, seluruh pelaku harus dilumpuhkan.

"Upaya paksa untuk melakukan penangkapan sesuai prosedur. Kami tidak menggunakan istilah hidup atau mati. Tangkap, sama dengan pelaku kriminal lain," kata Kadiv Humas Polri Brigjen M Iqbal ditemui di Mapolda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Jumat (7/12).

Ketika memang nantinya para pelaku tersebut melawan dan membahayakan, tidak ada pilihan lain bagi petugas. Yaitu mengeksekusinya mati. "Apabila melakukan perlawanan yang mengancam nyawa petugas dan masyarakat, tidak ada pilihan lain. Kami lumpuhkan walaupun akibatnya mematikan," ucapnya.

Kelompok Kriminal Bersenjata
ILUSTRASI: Tragedi Pembantaian Pekerja Proyek di Papua (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Saat ini tim juga telah bergerak untuk penanganan penegakan hukum. Pihaknya telah menurunkan pasukan terpilih yang ditugaskan langsung oleh Kapolri dan Panglima. Waktu lamanya pengejaran ini belum bisa ditentukan. Sejauh ini kendala yang dihadapi berupa faktor alam. Karena letak di geografis di sana berupa pegunungan.

"Secara geografis Papua khususnya Kabupaten Nduga pegunungan dan lembah. Cuaca saat ini hujan gelap, ini faktor keamanan. Jangan grusa-grusu (terburu-buru) masuk," katanya.

Lanjut Iqbal, kepolisian juga sudah paham mengenai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini kelompok dari mana. Narasi yang beredar di media memang sudah banyak bermunculan. Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga sudah mengklaim bahwa mereka yang bertanggung jawab. Namun pihaknya belum akan membukanya ke publik.

"Kami sudah paham KKB ini kelompok mana. OPM klaim silakan saja. Kami punya SOP sendiri karena ini perbuatan melawan hukum. Kami sudah paham ada narasi yang mengaku jubir, itu menjadi bahan saja. Tetapi ini belum kami pastikan, kami tidak mau terpancing dengan propaganda mereka. Doakan saja segera melakukan proses hukum dan memburu kejar di manapun mereka berada," ucapnya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Darmin: Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati 07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
Ketua MPR Kecam Peristiwa Pembantaian di Papua 07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
16 Ambulans Siaga di Lanud Hasanuddin 07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
9 Dievakuasi, 20 Orang Selamat dari KKB 07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom 07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
Cerita JA, Selamat dari KKB Karena Pura-pura Mati 07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
Tidak Cukup Hanya Peningkatan Ekonomi 07 Desember 2018, 13:58:56 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini