JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pemkot Malang Siap Jalin Hubungan Ekspor-Impor dengan Palestina

07 Desember 2018, 17:39:55 WIB | Editor: Dida Tenola
Pemkot Malang Siap Jalin Hubungan Ekspor-Impor dengan Palestina
Salah satu produk UMKM Kota Malang, batik dan topeng malangan. (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Adanya kebijakan zero tarif yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana membuka pintu ekspor-impor dengan Palestina. Hal itu dinilai bisa menjadi peluang pasar baru bagi produk-produk unggulan dari Kota Malang. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita telah menyampaikan bahwa bentuk dukungan negara Indonesia terhadap Palestina salah satunya adalah dengan aturan khusus dalam urusan ekonomi atau perdagangan. Berdasarkan kebijakan pusat, hubungan ekspor-impor dilakukan tanpa perjanjian bersyarat, seperti zero tarif. 

Kebijakan tersebut merupakan peluang besar. Terutama bagi Kota Malang yang notabene memiliki banyak produk industri kreatif maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebaliknya, Palestina juga tentu punya produk-produk unggulan. Hanya saja, saat ini Pemkot Malang masih belum tahu barang-barang apa saja yang bisa didatangkan dari sana. "Nanti kami akan lakukan mapping (pemetaan) dan identifikasi dengan melibatkan para pelaku usaha di Malang untuk mendukung kebijakan itu," ujarnya. 

Sutiaji mengungkapkan, banyak produk-produk Kota Malang yang bisa dipasarkan ke Palestina. Namun, mengingat ini merupakan kebijakan khusus, tentu harus melalui kanal Pemerintah Pusat, baik itu melalui Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Luar Negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Wahyu Setianto menambahkan, saat ini beberapa komoditas ekspor yang rutin diproduksi antara lain emas dan perak, tembakau, furniture, kulit, bijih plastik, karet sintetis, hingga sabut kelapa. "Untuk saat ini negara tujuan ekspor seperti Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Australia, Timur Tengah, Jepang, dan Makau," terangnya.

Produk-produk UMKM di Kota Malang sebenarnya memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor. Namun, yang menjadi kendala saat ini yakni pengetahuan terkait mekanisme hingga sertifikasi produk. "Masih banyak yang tidak tahu dan memahami prosedur dan mekanisme yang harus dilalui agar produknya bisa diekspor ke luar negeri," pungkasnya.

 

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up