JawaPos Radar | Iklan Jitu

Satu Pelaku Berhasil Dibekuk Polsek Blimbing

Waspada! Kawanan Spesialis Copet Bus Malang-Surabaya Masih Berkeliaran

07 Desember 2018, 18:22:59 WIB | Editor: Dida Tenola
Waspada! Kawanan Spesialis Copet Bus Malang-Surabaya Masih Berkeliaran
RG (tengah), satu dari kawanan spesialis copet yang biasa menyasar penumpang bus jurusan Malang-Surabaya Pp. (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Peringatan bagi anda yang biasa naik bus jurusan Malang-Surabaya maupun sebaliknya. Pasalnya, bisa jadi dompet anda telah diincar kawanan spesialis copet bus.

Pencopet spesialis bus tersebut biasa naik dan turun di Terminal Arjosari, Malang. Hal itu terungkap saat satu dari kawanan pencopet berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Belimbing. Satu pelaku tersebut berinisial RGS, 39.

Komplotan RGS berisikan tiga orang. Selain RGS, ada dua pelaku lain berinisial R dan G. Keduanya saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.

Nah, karena dua orang pencopet itu masih berkeliaran bebas, anda yang biasa naik bus Malang-Surabaya patut berhati-hati. Bukan tidak mungkin mereka masih beroperasi mencari nafkah dengan cara haram.

Kapolsek Blimbing Triyono Susanto menerangkan, RGS ditangkap hari Jumat (23/11), sekitar pukul 21.00 WIB. Pada saat itu, anggota unit reskrim Polsek Blimbing sedang melakukan pemantauan keliling di kawasan terminal Arjosari.

Kemudian, saat ada bus datang, polisi melihat salah seorang penumpang turun. Penumpang tersebut terlihat kebingunan dan gelisah. Ketika ditanya, rupanya penumpang tersebut mengaku bahwa handphone-nya telah dicopet. "Ketika ditanya apakah tahu orang yang diduga pelaku, korban menunjuk RGS. Ketika petugas mendekati dan bertanya, pelaku kemudian mengakui perbuatannya," terangnya.

RGS kemudian dibekuk tanpa perlawanan. Saat diinterogasi di TKP, RGS mengaku bahwa dia beraksi bersama R dan G. Sayang, kedua copet kelas kakap itu berhasil kabur duluan. Handphone yang dicopet dari korban turut dibawa oleh keduanya.

Mantan Kasat Intelkam Polres Malang Kota itu menambahkan, ketiga pelaku tersebut memang spesialis pencopet bus. "Mereka bertiga saat beroperasi. Ada yang menghalangi, mendorong kebelakang, dan mengambil. Nah, Peran RGS ini yang menghalangi," tambahnya.

Pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan. Terutama untuk menangkap pelaku dengan inisial R dan G yang kabur.

Triyono menerangkan, para pelaku biasanya memilih kondisi bus yang penuh penumpang. Sehingga saat berdesak-desakan, korban cenderung lengah. "Mereka nggak pilih-pilih (PO) bus, tapi yang jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya yang ramai penumpang," tuturnya.

Lantaran masih ada dua copet kawakan yang masih berkeliaran, Triyono mengimbau kepada masyarakat Malang yang akan bepergian dengan bus agar lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaannya. "Kalau bisa, barang bawaan ditempatkan di depan. Sehingga mudah dilihat," imbaunya.

Namun, jika sudah terlanjur jadi korban, Tri berharap agar masyarakat segera melapor ke pihak kepolisian. Sehingga pelaku bisa dengan segera ditangkap. Pihaknya juga akan mengintensifkan patroli di sekitar Terminal Arjosari untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Sementara itu, saat ditanya awak media, RGS mengaku melakukan tindak kejahatan itu selama tiga bulan terakhir. Faktor desakan ekonomi dan kebutuhan makan sehari-hari menjadi pendorong RGS melakukan tindak pidana itu. "Tiga bulan ini dapat lima HP dan dompet. Apa saja (diambil) yang kelihatan ada peluang," ujar pria yang kesehariannya mengontrak di jalan Oro-Oro Dowo, Kota Malang itu.

Akibat perbuatannya, RGS dijerat pasal 363 KUHP atau tindak pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya yakni pidana penjara maksimal 7 tahun.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up