JawaPos Radar

Mengenal 6 Pahlawan Baru Indonesia

Terima Warisan 5.000 Buku, Anies Ungkap Sosok Sang Kakek

08/11/2018, 15:15 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Terima Warisan 5.000 Buku, Anies Ungkap Sosok Sang Kakek
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima warisan 5.000 buku dari sang kakek yang baru saja dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Figur Abdurrahman Baswedan atau A.R Baswedan merupakan sosok yang menginspirasi bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pasalnya, A.R Baswedan merupakan kakek kesayangan orang nomor satu di ibu kota itu.

Sang kakek di mata Anies, merupakan figur yang sangat menyukai buku. Bahkan, A.R Baswedan mewariskan 5.000 buku yang disimpannya di rumahnya untuk menjadi kenang-kenangan bagi para generasi penerusnya.

"Pesan pada saya, kalau ada waktu kosong baca, jangan pernah ada waktu kosong dan karena dia menulis terus beliau itu warisannya ada sekitar 5.000 buku, di rumah saya kalau Anda lihat di Joglo," tuturnya di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Terima Warisan 5.000 Buku, Anies Ungkap Sosok Sang Kakek
Keluarga besar Pahlawan Nasional Indonesia yang baru ditetapkan, Abdurrahman Baswedan (Reyn Gloria/JawaPos.com)

Anies mengenang kakeknya sebagai figur yang sangat mahir dalam banyak bahasa yaitu bahasa Inggris, Belanda, Arab, dan Perancis. Sehingga, kebanyakan buku-buku yang diwariskan adalah berbahasa asing.

"Jadi belajar terus, baca terus, tidak pernah berhenti sampai akhir hayatnya pun masih seperti itu dan menulis terus lalu berdialog dengan siapa saja," ungkapnya.

A.R Baswedan dikenal sebagai seorang jurnalis yang dekat dengan siapapun dan tidak memilih-milih dalam berteman. Kalangan seniman dan tokoh-tokoh telah biasa berdialog dengannya.

"Ketemu dengan siapa saja pemikiran boleh berbeda tapi persahabatan jalan terus, dan cerita-cerita dialog lintas itu sering diceritakan. Garasinya dulu itu dipakai untuk latihan teater, teater muslim itu latihannya di garasi," jelasnya.

Anies mengungkapkan kerinduannya dengan sang kakek lewat buku-buku yang diwariskan. Bahkan, sampai akhir hayat, Anies mengungkapkan sang kakek tidak pernah memiliki rumah sendiri.

"Itu bukan rumah kami (di Yogyakarta), itu rumah pinjaman dari Haji Bilal. Sampai akhir hayatnya beliau tidak punya rumah, dipinjami sampai meninggal sesudah itu baru dikembalikan," ucapnya.

Seperti diketahui A.R. Baswedan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional bersama dengan lima tokoh lainnya. Pemberian gelar tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Kamis (8/11).

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up