JawaPos Radar

Warga Bobol Tembok Pembatas Lahan Stadion BMW Untuk Jalan Pintas

09/11/2018, 01:50 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Warga Bobol Tembok Pembatas Lahan Stadion BMW Untuk Jalan Pintas
Lahan Stadion BMW (Gobang Mahardika/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dalam persoalan pembangunan sarana olah raga, Stadion BMW di Rorotan, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sudah mencapai titik terang. Pasalnya lahan yang sudah bisa diklaim milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kendati demikian, sejumlah lahan tersebut sudah diberikan patok atau tembok pembatas di sekeliling area lahan tersebut. Namun terdapat beberapa tembok yang roboh, di antaranya ada yang sengaja dijebol oleh warga untuk akses jalan pintas lalu lalang warga.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Anshar. Dirinya mengatakan, jika tembok pembatas itu sengaja dijebol warga, untuk jalur pintas dari Kampung Bayam.

"Entah kenapa dijebol, mungkin karena sudah tidak ada akses lagi dari Kampung Bayam. Sebenarnya setelah dilakukan penataan pertama itu dilakukan pemagaran, dipagar tembok. Jadi gak ada akses dari warga yang ada di Kampung Bayam maupun yang dekat Danau Cincin dekat tol itu," jelas Anshar saat ditemui JawaPos.com di kantor Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok Jakarta Utara.

Anshar juga menjelaskan, jika tidak ada kebijakan terhadap warga yang boleh melintasai kawasan tersebut. Dirinya mengaku membiarkan warga yang lalu lalang di kawasan tersebut, karena tidak mempunyai akses jalan. Padahal, warga yang melintasi jalan tersebut adalah jalan pintas dari Kampung Bayam menuju jalan raya.

"Bukan kebijakan ya, tapi kebijaksanaan. Kita tidak melakukan penindakan terhadap warga karena kondisi masyarakat yang dibelakang itu, tidak punya akses jalan," jelasnya

Sebelumnya salah seorang warga Rio Rifki Adam 21, mengatakan jalur tersebut merupakan jalur pintas dari Kampung Bayam menuju jalan raya.

"Saya lewat sini karena lebih dekat dari situ (Kampung Bayam), kalau lewat jalur biasa agak jauh muternya," kata Rio.

Sementara Anshar menambahkan, jika lahan tersebut sudah dibangun sarana olah raga dan taman, kawasan tersebut sudah tidak lagi bisa dilalui warga yang sengaja melintas.

"Kalau sudah jadi stadion, ya enggak bisa. Kalau sekarang kan lahan kosong, apa salahnya kalau cuma lewat saja," tambahnya.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up